Minggu, 26 Mei 2013

Renungan Harian: Kamis, 30 Mei 2013

Renungan Harian: Kamis, 30 Mei 2013

Sir 42:15-25; Mrk 10:46-52

Rabuni, supaya Aku dapat Melihat

Pada tahun 1998 saya bersama seorang frater kerasulan di salah satu panti asuhan tunanetra yang dikelola pemerintah setempat. Suatu ketika dalam ibadat bersama khususnya pada saat sharing, ada seorang anggota tunetra bertanya, Frater apa artinya beriman? Teman fraterku langsung menjawab bahwa beriman itu artinya berpasrah diri kepada Tuhan. Lalu ia bertanya lagi bagaimana caranya supaya kita bisa beriman kepada Tuhan? Jawab frater itu kita perlu berdoa memohon kepada Tuhan dan meminta juga bantuan sesama kita untuk membantu. Yang muncul dalam pikiranku saat ini, mereka ini buta secara fisik tapi dalam hatinya ada suatu kerinduan untuk melihat secara iman.

Kisah penyembuhan Bartimeus oleh Yesus dalam Injil berawal dari suatu kerinduan dan keyakinan akan Yesus.  Dengan ketidakberdayaannya ia terus berteriak “Yesus, Anak Daud kasihanilah kami” dan akhirnya Yesus yang melihat ketulusan hati Bartimus berhenti dan berpaling memandangnya sekaligus menyuruh dia datang. Ketika di hadapan Yesus, Yesus bertanya kepadanya: apa yang kau kehendaki Aku perbuat bagimu? Jawabnya:” Rabuni, supaya aku dapat melihat”. Lalu jawab Yesus, “pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau”. Di sini Yesus tidak melakukan satu tindakan fisik tetapi hanya lewat kata-kata-Nya yang penuh kuasa lalu sembuhlah si buta tersebut. Yang terjadi di sini bukan tindakan fisik yang menyembuhkan, akan tetapi tindakan iman. Si buta semakin diterangi imannya sehingga semakin jelas “melihat” Yesus dan sesamanya.

Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita memiliki iman yang teguh kepada Yesus yang sudah sering kita dengar nama-Nya bahkan telah merasakan kasih-Nya dalam hidup kita? Maukah kita berani rendah hati untuk berseru kepada Yesus untuk menyembuhkan kebutaan iman dalam diri kita yang terkadang kita sendiri tidak mengetahui atau menyembunyikannya? Hanya orang yang rendah hati mau berpasrah dan memohon: Yesus Anak Daud kasihanilah aku (Dom).

 

Pelita Hati: “Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau”.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar