Rabu, 22 Mei 2013

Renungan Harian: Jumat, 24 Mei 2013

Renungan Harian: Jumat, 24 Mei 2013

Sir 6: 5-17; Mrk 10:1-12 – Hari untuk Umat di China

 

Kesetiaan

 

Persoalan tentang kesetiaan suami-istri sejak awal hingga saat ini menjadi suatu persoalan serius dalam kaitan dengan lembaga perkawinan. Melalui Injil hari ini kita mengetahui sikap Yesus berkaitan dengan perkawinan. Orang-orang Farisi mencobai Dia,  apakah boleh suami menceraikan istrinya. Yesus menanggapi pertanyaan ini dengan melihat kembali apa yang difirmankan Allah dalam Kitab kejadian saat penciptaan manusia. Laki-laki akan meninggalkan orangtuanya dan bersatu dengan istrinya.  Mereka bukan lagi dua melainkan satu. Kesatuan antara suami dan istri itu kekal, abadi, selamanya. Tuntutan Yesus bagi suami dan istri adalah setia satu sama lain seumur hidup.

Gereja Katolik kemudian mengadopsi ajaran ini dan menuangkannya dalam sakramen Perkawinan. Gereja mengajarkan bahwa sifat perkawinan Katolik itu monogam dan tak terceraikan. Tujuannya adalah agar suami-istri menghormati perkawinan sebagai ikatan yang dipersatukan oleh Allah sendiri dan bagaimana suami-istri mengambil bagian dalam tugas meneruskan dan memelihara ciptaan Allah (Keturunan). Karena itu, kesetiaan terhadap satu sama lain mutlak perlu.

Injil hari ini mengingatkan kita untuk merenungkan kembali komitmen kesetiaan kita pada pasangan masing masing dan bagaimana kita menghormati perkawinan sebagai Sakramen. Masihkah kita setia pada pasangan kita? (Dom)

 

Pelita Hati: Tuntutan Yesus bagi suami dan istri adalah setia satu sama lain seumur hidup.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar