Kamis, 09 Mei 2013

Renungan Harian: Jumat, 10 Mei 2013

Renungan Harian: Jumat, 10 Mei 2013

Kis 18:9-18; Yoh 16: 20-23a

Sukacita Setelah Penderitaan

            Melahirkan secara alami bagi seorang Ibu adalah sesuatu yang menyakitkan bahkan bisa mengancam nyawanya sendiri. Tetapi kehadiran anak dalam sebuah keluarga adalah justru cita-cita yang sangat didambakan oleh setiap keluarga termasuk sang Ibu yang tahu betapa susahnya kelak melahirkan anak yang ada dalam kandungannya. Sukacita yang dibawa oleh anak yang akan lahir rupanya bisa menggantikan rasa sakit yang dialami oleh seorang wanita dalam bersalin. Kelahiran anak apalagi yang sudah sekian lama dinantikan membuat sang Ibu dan semua keluarga seolah lupa perjuangan berat yang dilewati oleh seorang wanita dalam melahirkan anak. Tetapi para ibu yang melahirkan anaknya dengan perjuangan berat akan merasakan pengalaman dukacita yang segera berganti sukacita.

                Ucapan Yesus tentang bagaimana Dia akan pergi dan berpisah dengan para murid melahirkan dukacita dalam hati para murid-Nya. Yesus sendiri memaklumkan bahwa mereka akan menangis dan meratap. Mereka akan berdukacita tetapi dukacita itu akan segera berubah menjadi sukacita. Sukacita itu bersumber dari janji Yesus sendiri yang akan datang dan akan melihat para murid-Nya kembali. Kegembiraan yang berasal dari Tuhan itu tidak akan dapat dirampas dan dikuasai oleh kuasa dunia mana pun. Kegembiraan itu adalah melihat kembali Tuhan dan kuasa-Nya yang memampukan setiap orang dapat menghalaukan segala kekuatan dunia yang sering menakutkan.

                Kegembiraan orang Kristen adalah imannya, yakni mengenal Tuhan dan Kuasanya, dan menjadikan-nya dasar dan pegangan untuk hidup dalam dunia. Orang yang setia dalam iman yang benar tidak akan pernah merasa menderita karena berbagai tantangan dan kesulitan hidup. Seperti seorang Ibu yang akan melahirkan yang juga disertai kecemasan tetapi karena harapan akan melihat seorang anak yang didambakan akan lahir, semua rasa takut itu hilang lenyap dan berubah menjadi kegembiraan. Demikian juga orang Kristen yang bagi orang lain dianggap malang karena beban hidup, akan dapat bangkit dan mengubah dukacita menjadi sukacita karena berpegang teguh pada iman yang benar sebagaimana dianugerahkan Tuhan kepadanya (SM).

 

Pelita Hati: Kegembiraan orang Kristen adalah imannya, yakni mengenal Tuhan dan Kuasanya, dan menjadikannya dasar dan pegangan untuk hidup dalam dunia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar