Sabtu, 27 April 2013

Renungan Harian: Minggu, 28 April 2013

Renungan Harian: Minggu, 28 April 2013 

Kis 14:21b-27; Why 21:1-15; Yoh 13:31-33a.34-35 -  Paskah V

 

“Saling Mengasihi”

 

             Setelah Yudas sang penghianat Yesus pergi dari perjamuan malam, Yesus kemudian memberikan suatu perintah baru kepada para murid-Nya. Perintah itu disebut baru karena akan menjadi tugas yang khas bagi kelompok baru, yakni para murid-Nya yang telah didirikan oleh Yesus sendiri. Perintah itu mengajarkan para murid untuk saling mengasihi seorang terhadap yang lain. Dengan saling mengasihi seperti dimaksudkan oleh Yesus, maka tak seorang pun dianggap atau menganggap dirinya lebih tinggi dari yang lain. Dengan saling mengasihi setiap orang adalah saudara dan saudari yang membutuhkan kasih dari yang lain dan yang harus juga mengasihi saudara-saudarinya. Setiap orang adalah pelaku perbuatan kasih tanpa memandang bulu. Inilah ajaran baru yang disampaikan oleh Yesus kepada para murid-Nya.

                Kata ‘kasih’ dan kata-kata lain yang senada dengan itu, sangat sering kita dengar dalam berbagai bentuk. Ada lagu, puisi, tulisan-tulisan, dan berbagai simbol. Mengatakan kasih atau mengasihi bukanlah perkara yang sulit bagi kita. Yang menjadi pertanyaan bagi kita adalah, “Apakah kata kasih yang keluar dari mulut kita adalah kata kasih yang keluar dari hati?” Atau pertanyaan lain, “Sungguhkah aku mengasihi sesering aku mengatakan kata kasih itu?” Dan ada banyak lagi pertanyaan yang pantas kita kenakan kepada diri sendiri untuk menguji sejauh mana kita mengasihi dalam wujud perbuatan.

                Kasih yang telah ditunjukkan oleh Yesus adalah memberi diri bagi orang lain. Harta yang paling berharga yang Dia miliki itulah yang dibagikan-Nya kepada orang lain. Tinggal bersama, mendengar, ikut merasakan perasaan orang lain, mengerti, mengampuni dan berbagai perbuatan lain adalah tanda kasih Yesus yang sungguh dirasakan oleh orang-orang yang datang kepada-Nya. Yesus membuat banyak orang mengalami bahwa Allah sungguh hadir dalam hidup manusia.

                Tugas setiap orang beriman adalah mewartakan Paska, yakni hadirnya Kasih Allah di antara manusia. Orang beriman seperti kita, dalam keterbatasan dan dalam rahmat yang kita terima dari Allah, pantaslah selalu membaharui diri dalam mengasihi. Semoga kata-kata kasih yang keluar dari mulut kita, tersebar lebih luas lagi dalam perbuatan-perbuatan kita, bukan pertama-tama dalam perbuatan-perbuatan besar, tetapi dalam tindakan-tindakan yang sederhana yang sangat diperlukan oleh orang di sekitar kita (SM).

 

Pelita Hati: Setiap orang adalah pelaku perbuatan kasih tanpa memandang bulu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar