Selasa, 05 Maret 2013

Renungan Harian: Sabtu, 09 Maret 2013

Renungan Harian: Sabtu, 09 Maret 2013

Hos 6:1-6; Luk 18:9-14

 

Hati yang Menyesal bagi Allah

 

Centilia selalu tampil memesona. Apalagi bila hari Minggu tiba, pakaian dan perhiasan indah selalu ia kenakan bila hendak ke gereja. Suatu hari Minggu, dalam doanya Yesus menyapa Centilia," Putriku, sampai sekarang engkau belum juga membawa yang kupinta…". "Apa lagi yang kurang, Yesus? Lihatlah betapa anggunnya aku hari ini!" jawab Centilia agak kesal. Yesus menjawab," Hatimu, Putriku. Aku tak menemukan hati yang terbuka pada dirimu!"

Sikap doa yang ditunjukkan orang Farisi dan pemungut cukai dalam Injil hari ini memberikan dua gambaran bagi kita. Orang Farisi asyik dengan mengumbar segala perbuatan baiknya dan dengan bangga menyebut diri saleh. Sementara si pemungut cukai dengan sesal ia memukul diri atas segala kesalahannya dan dengan memohon ia berkata,"Allah, kasihanilah aku orang berdosa…"

Syukurlah kepada Tuhan bila dalam perjalanan hidup kita dapat berbuat baik kepada Allah dan sesama. Tapi awaskanlah agar jangan sampai perbuatan baik yang pernah kita lakukan malah membutakan mata hati kita untuk melihat kekurangan diri yang masih ada. Pun pula, jangan perbuatan baik itu jadi alasan untuk meninggikan diri – 'Jangan menyebut diri saleh jika memang tidak dapat mengekang lidahnya' begitu ditulis dalam Kitab Suci. Kita semua tentu punya kekurangan. Namun, tidak semua dari kita mampu melihat kekurangannya dengan baik dan lalu 'memukul diri' di hadapan Allah  serta berniat untuk membuat perbaikan. Bukankah dalam Kitab Mazmur tertulis, 'persembahan kepada Allah ialah jiwa yang menyesal. Hati remuk redam takkan Kau tolak ya, Tuhan'?.

Rupanya kelirulah persembahan Centilia selama ini. Pakaian bagus ia gelar, namun hati murni dan penuh tobat tidak ia bukakan. Bagaimana denganmu? Apakah kisah Centilia hampir sama dengan kisahmu? Jika ya, dan kemudian ada niat untuk membenahinya, bersyukurlah sebab itulah persembahan terindah untuk Allah. Hati remuk redam takkan ditolak oleh Allah, yang bagi kita Penyembuh dan Pembalut luka kita! (bdk. Hos 6:1). (HS)

 

Pelita Hati: Hati remuk redam takkan ditolak oleh Allah 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar