Kamis, 07 Februari 2013

Renungan harian: Sabtu, 09 Februari 2013

Renungan harian: Sabtu, 09 Februari 2013

Ibr : 13 : 15-17.20-21; Mrk : 6 : 30-34

 

Pentingnya Istirahat Rohani

 

             Jiwa dan sikap doa kita hendaknya berciri syukur dan pujian atas karunia yang berlimpah dari Allah. Sebagaimana pada akhir Doa syukur agung,  imam berkata: "dengan pengantaraan Kristus, bersama Dia  dalam  Dia bagi-Mu Allah Bapa... dalam persekutuan dengan Roh Kudus, segala hormat dan kemuliaan...". Kita gemakan dengan Amin. Dengan penghayatan sikap ini kita rela memikul derita dan percobaan sebagaimana disarankan dalam bacaan hari ini, meneruskan pengorbanan kasih Yesus yang tak terbatas.

                Injil hari ini dapat dikaitkan dengan kebutuhan orang beriman agar berhenti sejenak dari kesibukan untuk mencari ketenangan, suasana "sabat" istirahat rohani: ora et labora – dalam kesibukan sehari-hari penting waktu untuk berefleksi dan bermeditasi serta menemukan nilai perutusan. Pentingnya waktu untuk istirahat bagi Yesus tampak ketika perutusan pertama para murid-Nya setelah berhasil mengusir setan, menyembuhkan orang sakit tidak begitu menarik perhatian Yesus sebab Dia ingin istirahat: " marilah ke tempat yang sunyi supaya kita sendirian dan beristirahat seketika".

Kita juga sering seperti murid-murid itu membanggakan hasil pekerjaan dan keuntungan serta sukses yang kita raih. Kita tidak sadar kalau kita membutuhkan pemulihan tenaga fisik dan rohani: makan dan berdoa. Jadi, kita membutuhkan suasana hening, mengasingkan diri dari  kekhawatiran, dari apa saja yang mengeringkan hidup kita sehingga kita tetap prima. Dengan suasana demikian kita akan dapat lebih dekat pada Tuhan (SS).

 

Pelita Hati: Ora et labora  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar