Kamis, 28 Februari 2013

Renungan Harian: Sabtu, 02 Maret 2013

Renungan Harian: Sabtu, 02 Maret 2013

Mi 7:14-15.18-20; Luk 15:1-3.11-32

Kembali ke Rumah Bapa

 

            Sudah seharusnya kita bersyukur bahwa Allah kita adalah Allah yang Mahapengasih. Ia berkenan menerima kita kembali pada-Nya meskipun kerap kita berpaling dari-Nya dan hanyut dalam kedosaan. Kasih-Nya memungkinkan kita dapat terus berusaha untuk membenahi diri untuk kembali berada di jalan-Nya selama hayat di kandung badan.

                Karena Allah sungguh mengasihi kita, pantaslah kita menyikapi Kasih Allah itu dengan pertobatan. Betapa indah kisah anak yang hilang yang disajikan oleh Injil hari ini kepada kita. Tak ada lagi yang lebih indah dari pengampunan seorang ayah kepada anaknya yang mulanya sungguh mengecewakan. Lebih dari sekadar mengampuni, sang ayah bahkan menggelar pesta meriah – pesta perjamuan besar – sebagai tanda gembira atas kepulangan si anak (bdk. Luk 15:22-24). Seandainya si anak tidak bersedia kembali, tak akan ada kisah indah ini. Itu berarti kemurahan hati si ayah untuk menerima kembali si anak ibarat gayung bersambut ketika si anak mau pulang kepada ayahnya. Sungguh indah!

                Keindahan yang sama pun kini sedang ditawarkan kepada kita. Allah selalu penuh Kasih, itu tidak perlu diragukan lagi, dari dahulu hingga sekarang sampai selamanya. Kitalah yang perlu berjuang untuk kembali kepada-Nya. Pertanyaannya, maukah kita?

                Pertobatan adalah sebuah perjuangan untuk kembali mencintai Allah, bukan hanya dengan kata-kata hampa tetapi juga dengan kegiatan nyata. Kita bisa melihat dari mana kita semestinya beranjak pergi, apa yang mesti kita tinggalkan. Yang perlu kini ialah tindakan nyata untuk pergi meninggalkan apa yang sekarang mesti kita tinggalkan (HS).

 

Pelita Hati: Pertobatan adalah sebuah perjuangan untuk kembali mencintai Allah, bukan hanya dengan kata-kata hampa tetapi juga dengan kegiatan nyata.    

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar