Selasa, 12 Februari 2013

Renungan harian: Kamis, 14 Februari 2013

Renungan harian: Kamis, 14 Februari 2013

Ul : 30: 15-20; Lk : 9 : 22-25

Memilih Kehidupan

            Yahwe menawarkan jalan yang benar sekaligus menjauhkan manusia dari yang menyesatkan. Tetapi manusia, pada umumnya, ingin yang gampang dan menguntungkan tanpa memperhitungkan risiko atau kerugian setelah pilihan itu. Yahwe sebagai orangtua sayang terhadap ciptaan-Nya yang berbudi dan menghormati karunia kebebasan sehingga tidak mau memaksa, melainkan menawarkan: pilih yang mana?  "Kehidupan dan keberuntungan atau kematian dan kecelakaan?" Hidup berarti kasih Allah, mentaati perintah-Nya, setia pada Firman-Nya. Sedang kematian dan kecelakaan adalah mengikuti hatinya, nafsunya, sesuai dengan pikirannya. Semua ini gampang tetapi menuju ke kehancurannya.

                Allah tidak memaksa manusia tetapi memberi nasihat atas bahaya: "pasti kamu akan binasa". Oleh sebab itu, Allah menginginkan jawaban yang bebas dari putra-putri-Nya bukan jawaban dari budak dan sekaligus memberitahu akibat dari pilihannya: "pilihlah kehidupan supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu". Sri Paus Paulus VI menulis: "setelah dievangelisasi harus mengevangelisasi" dan dalam Tahun Iman ini kita diajak menyinari iman di tengah komunitas kita dan menyinari iman yang sudah luntur pada saudara lain. Bila kita sudah mengalami kasih sayang Tuhan, kita hendaknya mempercayakan diri pada-Nya, mengikuti  kehendak-Nya, dalam kesulitan dan dalam perjuangan.

                Hari ini Gereja memperingati dua orang kudus bersaudara, Kirillus dan Metodius. Mereka menjadi misionaris dan rahib di abad IX di daerah Eropa timur. Berkat mereka, umat dapat menikmati Sabda ilahi dengan menterjemahkan Kitab suci dan buku-buku liturgi  dalam bahasa daerah, bahasa Slavik. Perjuangan mereka luar biasa karena pada waktu itu hanya bahasa Latin dan Yunani yang diperbolehkan. Kedua saudara ini dituduh sebagai orang yang memecah-belah umat kristiani (SS).

 

Pelita Hati: Pilihlah kehidupan supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu.  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar