Senin, 21 Januari 2013

Renungan harian: Selasa, 22 Januari 2013

Renungan harian: Selasa, 22 Januari  2013

Ibr 6:10-20; Mrk 2:23-28

Peraturan demi Manusia

 

Banyak pertentangan Yesus dengan orang Farisi mengenai hari Sabat. Oleh orang Farisi Hukum (hari Sabat) didewakan, dan semua yang lain harus menyingkir, dikalahkan oleh Hukum seperti ditafsirkan oleh mereka.

Yesus tidak ragu-ragu berkonfrontasi dengan para ahli Hukum Taurat. Ia tidak menghindari konflik dengan mereka. Yesus mewartakan, bahwa Sabat diadakan untuk manusia dan bukan sebaliknya. Lalu, pada hari yang sama, Yesus menyembuhkan seorang yang lumpuh tangannya.

Dengan menegaskan, bahwa suara hati lebih penting daripada peraturan hukum serta dengan menonjolkan keutamaan belaskasihan atas segala ketetapan peribadatan, tentu Yesus memperdalam gagasan para nabi mengenai Sabat sebagai hari kemerdekaan. Tetapi dengan demikian Ia sekaligus menjungkirbalikkan seluruh pemikiran para pemuka bangsa Yahudi mengenai perjanjian. Mereka itu tidak sadar, bahwa Allah memerdekakan manusia, supaya manusia sungguh-sungguh bebas di hadapan Allah. Mereka belum mengerti, bahwa kasih sejati menolak segala bentuk formalisme dan partikularisme. Memang benar, bahwa manusia yang tetap berdosa itu, lebih suka tidak menyadari segala sesuatu itu. Sebab dengan demikian ia tidak terdesak untuk membebaskan diri secara radikal dari egoismenya serta menyerahkan diri kepada belaskasihan Allah (HN).

 

Pelita Hati: Kata Yesus: "Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk Sabat".

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar