Jumat, 25 Januari 2013

Renungan harian: Sabtu, 26 Januari 2013

Renungan harian: Sabtu, 26 Januari 2013

Ibr 9:2-3.11-14; Mrk 3:20-21

Yesus Dikatakan tidak Waras

 

Orang mudah akan memperhalus kata "tidak waras" bagi Yesus ini. Tetapi untuk keluarga orang sekampung, yang mau mengatur hidup saudaranya menurut nilai-nilai yang laku, Yesus yang tidak dari dunia ini, dikatakan tidak waras.

Yesus tidak menggunakan suksesnya untuk maju dalam tangga masyarakat, dengan mengikuti pendapat orang banyak. Mengapa Yesus sengaja menentang pendapat para penguasa umat, para Farisi, tentang hari Sabat? Ia memusuhi kaum kuasa, tidak bijaksana! Lagi-lagi ia menentang: "Bolehkah berbuat jahat atau berbuat baik pada hari Sabat" - Artinya: tidak menyembuhkan - meskipun menaati hukum Sabat - itu sudah berbuat jahat, karena tidak menolong sesama. Ia jadi dimusuhi orang Farisi dan kelompok pro Herodes, bersama-sama sepakat ingin membunuh-Nya. Sungguh tindakan tidak bijaksana! Dengan sukses-Nya ia hanya menolong, sampai masuk rumah diikuti terus, sampai tidak bisa makan. Kumpulannya orang pendosa, orang pemungut cukai. Sikap seperti itu hanya ada pada orang "tidak waras".

Paulus di muka pengadilan, karena tidak dapat diikuti lagi jalan pikirannya, pernah dikatakan tidak waras (Kis 26:24). Santo Fransiskus Asisi karena meninggalkan segala demi cinta Kristus, menjadi miskin dan pengemis, juga disangka tidak waras. Itu kenabian, yang berani mempertaruhkan nama, keamanan dan hidup, demi kebenaran (HN).

 

Pelita Hati: Kesaksian kenabian menuntut orang jadi "keranjingan", tidak waras karena Kristus hidup di dalamnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar