Kamis, 17 Januari 2013

Renungan harian: Sabtu, 19 Januari 2013

Renungan harian: Sabtu, 19 Januari 2013

Ibr 4:12-16; Mrk 2:13-17- Pekan doa sedunia untuk persatuan umat X-en

 

Pilihan Terbaik

 

Seorang ibu mesti memilih salah satu dari anak kembar siamnya untuk dipertahankan hidup. Sebab bayi kembar siam itu hanya memiliki satu jantung. Sanak saudara pun berembuk untuk mengambil keputusan tentang bayi mana yang harus dipertahankan. Sementara dokter dan perawat memberi saran agar bayi yang paling kuatlah yang dipertahankan. Sebab kesempatan hidup bayi yang paling kuat lebih tinggi, merawatnya lebih mudah, kesehatannya lebih terjamin. Akhirnya, keluarga sepakat memilih yang terkuat dan mengatakan hal itu kepada ibu bayi. Tapi ibu bayi itu tidak setuju pada pendapat mereka. Si ibu lebih setuju untuk mempertahankan yang lemah katanya: "Karena bayi ini lemah maka aku menolongnya untuk hidup". Keluarga, dokter, perawat heran mendengar alasan si ibu.

Peristiwa serupa dengan ibu bayi kembar siam itu juga dialami oleh Yesus, saat bersama dengan orang Lewi. Yesus menghentak semua orang yang mendengarnya. Tidak ada yang menyangka jika orang sesuci dan sekudus Yesus mau makan dan tinggal bersama orang Lewi, sahabat orang-orang Romawi. Lewi ikut menikmati uang kotor yang dikutip dari rakyat Yahudi. Maka oleh orang banyak dia dianggap sebagai pendosa. Namun, bagi Yesus, anggapan orang Farisi atau siapa pun yang tidak setuju dengan-Nya, tidak masalah. Sebab setiap orang mesti diberi peluang untuk mendengar kabar baik dan diselamatkan. Yesus mengatakan: "Bukan orang sehat yang membutuhkan tabib, tetapi orang sakit".

Kita pun sering berperilaku seperti orang-orang Farisi. Kita enggan duduk bersama orang-orang terpinggirkan yang dicap pendosa oleh masyarakat. Kita lebih senang bergaul dengan orang-orang yang dapat menjamin hidup untuk mencari rasa aman, agar segala urusan menjadi aman. Orang lain nanti dulu apalagi bila tidak menguntungkan kita. Kiranya kita dapat memilih yang tepat untuk kita sebagaimana Yesus memilih kita. Semoga! (Eriks)

 

Pelita Hati:  "Bukan orang sehat yang membutuhkan tabib, tetapi orang sakit".

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar