Kamis, 31 Januari 2013

Renungan harian: Sabtu, 02 Februari 2013

Renungan harian: Sabtu, 02 Februari 2013

Mal 3:1-4; Luk 2:22-40  

Kemuliaan dan Kerendahan

 

Masa kanak-kanak Yesus digambarkan Lukas sebagai masa pendahuluan akan kedatangan Allah. Hal ini menjadi jelas dari hubungan cerita ini dengan Perjanjian Lama.

Dalam kisah mengenai persembahan Yesus dalam Bait Allah, Simeon, sesuai dengan pola pemikiran Lukas, berkata, bahwa "kemuliaan" telah nampak, tetapi penampakannya akan disertai derita dan penghinaan. Gagasan tentang "terang bangsa-bangsa" dipungut Lukas dari nubuat mengenai Hamba bersengsara (bdk. Yes 49:6). Mesias akan menimbulkan pemisahan dan perbantahan. Karena Mesias, suatu pedang akan menembus Maria. Lukas dengan setia berpegang pada nubuat dari kitab Yesaya tadi. Sebab nubuat itu dengan amat tepat menggambarkan nasib Yesus. Oleh karena itu, ia mengakhiri ceritanya dengan catatan tentang kerendahan hati yang menjiwai kehidupan keluarga Yesus. Semangat kerendahan hati itu sungguh tepat untuk menyambut kedatangan Allah.

Kesaksian Hana memperkuat ucapan Simeon. Sebagai jaminan tentang benarnya suatu peristiwa. Hukum Yahudi menuntut adanya dua orang saksi. Hana memenuhi semua syarat seorang saksi yang dapat dipercaya. Ia mewakili semua orang 'miskin' Tuhan, yang memandang Yesus sebagai perwujudan pengharapan-nya (HN).

 

Pelita Hati: Mesias akan menimbulkan pemisahan dan perbantahan. Dia akan memisahkan yang baik dari yang jahat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar