Senin, 21 Januari 2013

Renungan harian: Rabu, 23 Januari 2013

Renungan harian: Rabu, 23 Januari 2013

Ibr 7:1-3.15-17; Mrk 3:1-6

Yesus Harus Mati

 

Begitu cepat dalam Injil Markus kematian Yesus diputuskan, hingga seluruh sisanya lalu tinggal menjadi prolog kesengsaraan. Barangsiapa seperti Yesus menentang para penguasa, dicap membahayakan, dan harus mati. Masalah Yesus adalah masalah kebenaran, keselamatan, dan kehidupan.

Kebenaran, karena Yesus tidak mau orang diperbudak Hukum, yang ditafsir salah oleh pihak yang "vested" dan berkepentingan, untuk mempertahankan kedudukan dan prestise. Dengan usaha menegakkan prestise dan gengsi, perkara menjadi emosional, tidak adil lagi. Yesus berani mendobrak kemunafikan, membuka kedok kuasa ini. Dan karena menentang kuasa, Ia harus mati.

Keselamatan, karena Yesus mau membebaskan manusia tak bersalah dari cengkraman Hukum mati, ditunggangi oleh keketatan tradisi lama, sudah berumur tua, maka dianggap halal dan kebal, tak perlu ditinjau. Padahal tua yang buatan manusia, bisa ketinggalan zaman, lalu menekan sampai mencekik, apabila tidak diadakan perubahan dan penyesuaian.

Kehidupan, diinginkan oleh Yesus, kehidupan yang melimpah. Tekanan hukum Farisi membuat sempit dan menutup. Orang menyelamatkan tertib hukum dengan menekan, bahkan mengorbankan perkembangan dalam kebebasan berpikir, berbicara, berdialog, bertindak. Kehidupan yang diperjuangkan oleh Yesus menggariskan kematian-Nya, karena kuasa lebih cinta pada ketahanan hukum daripada kebebasan, kebenaran dan terang yang menyelamatkan dan membahagiakan semua (HN).

 

Pelita Hati: Yesus memperjuangkan masalah kebenaran, keselamatan, dan kehidupan. Bagaimana dengan aku?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar