Senin, 14 Januari 2013

Renungan harian: Kamis, 17 Januari 2013

Renungan harian: Kamis, 17 Januari 2013

Ibr 3:7-14; Mrk 1:40-45 – Pw Santo Antonius, Abas

 

Menjadi Saksi Atas Karya Yesus

 

Suatu ketika kami ditugaskan untuk melihat langsung para penderita kusta. Setiba di tempat pemukiman mereka yang khusus dan terpencil kesan pertama kami adalah perasaan ngeri bercampur kasihan. Sebab tubuh mereka masing-masing sedikit demi sedikit makin habis. Ada yang tangannya, kakinya, hidungnya dan lain sebagainya. Tetapi kesan demikian bukanlah menjadi penghalang bagi Yesus. Yesus menyembuhkan seorang penderita kusta terdorong oleh belas kasihan. Tak dapat dilukiskan sukacita dan rasa syukur yang memancar dari hati orang yang disembuhkan Yesus itu. Orang kusta itu baru saja sembuh bukan hanya dari sakit fisik tetapi sekaligus dari beban derita psikologis.

Yesus pun melarang orang yang baru sembuh itu menceritakan kesembuhannya kepada siapa pun selain kepada imam sebagai bukti. Hal ini dilakukan Yesus untuk menghindari dugaan orang kepada-Nya yaitu untuk mencari ketenaran dan kepopuleran. Sebab ketenaran dan popularitas bukan yang utama dalam karya Yesus.

Ternyata orang yang baru sembuh itu tidak melaksanakan pesan Yesus. Sebab ia tak kuasa menahan rasa gembira dan menjadi saksi atas karya Yesus itu. Karya Yesus itu ia wartakan ke mana-mana. Karya Yesus yang dia terima tak kuasa didiamkannya. Karya Yesus yang dilandasi oleh kasih membuat orang yang baru sembuh itu semakin kuat mewartakan kebenaran yang datang dari Yesus. Apakah kita juga seperti orang yang baru sembuh itu? Berani mewartakan kebaikan Tuhan dalam hidup kita kepada sesama sebagaimana dilakukan oleh Santo Antonius yang pestanya hari ini kita rayakan. Semoga! (Eriks)

 

Pelita Hati: Ketenaran dan popularitas bukan yang utama dalam karya Yesus.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar