Senin, 07 Januari 2013

Renungan harian: Jumat, 11 Januari 2013

Renungan harian: Jumat, 11 Januari 2013

1Yoh 5:5-13; Luk 5:12-16

Memohon dengan Rendah Hati

 

Bila kita memohon bantuan kepada seseorang sikap yang kita tunjukkan ialah merendah bukan memaksa. Sikap merendah ini bertujuan agar permohonan kita diterima dengan baik dan kita memperoleh apa yang kita mohonkan. Dalam Injil hari ini, sikap demikian ditunjukkan oleh seorang penderita kusta kepada Yesus. Ia dengan rendah hati dan penuh iman memohon penyembuhan atas dirinya.

Pada zaman Yesus, kusta termasuk salah satu penyakit yang sulit disembuhkan. Karena itu, orang-orang kusta disingkirkan dari masyarakat umum. Mereka dianggap sebagai ancaman bagi masyarakat karena selain membahayakan, penyakit itu menular. Maka Yesus memahami penderitaan batin penderita kusta yang datang kepada-Nya dengan merendah dan tersungkur. Melihat tindakan orang kusta itu, Yesus menyentuhnya, dan seketika itu orang kusta itu pun sembuh. Hal ini menunjukkan bahwa kuasa Allah sungguh tak terbatas dan membebaskan setiap orang dari belenggu yang menimpanya.

Yesus memberdayakan orang yang berpenyakit kusta. Yesus menerobos garis marjinalisasi sosial dan menyentuh si kusta. Orang kusta itu sehat kembali dan diterima dalam masyarakat umum. Memberdayakan orang kecil dan miskin yang diasingkan oleh masyarakat merupakan tugas dan panggilan seorang murid Yesus. Bagaimana dengan kita, apakah kita sudi menjadi tangan Yesus yang rela membantu sesama? Beranikah kita menunjukkan sikap seperti orang kusta itu, bila kita butuh bantuan? Ataukah kita hanya mengandalkan kekuatan dan kemampuan kita? (Eriks)

 

Pelita Hati: Memberdayakan orang kecil dan miskin yang diasingkan oleh masyarakat merupakan tugas dan panggilan seorang murid Yesus.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar