Minggu, 23 Desember 2012

Renungan Harian: Senin 24 Desember 2012

Renungan Harian: Senin 24 Desember 2012

Luk 2:1-14

Zakharia, ayah Yohanes, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya, "Terpujilah Tuhan, Allah Israel sebab Ia telah mengunjungi umat-Nya dan membawa kelepasan baginya;Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya, seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala lewat mulut nabi-nabi-Nya yang kudus, untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita; untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita, dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus, yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita, supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut, dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita. Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya, untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan.....

 

BERSYUKUR DAN BERTERIMA KASIH

Bagi orang Yahudi zaman dulu, suami-istri yang tidak mempunyai anak dianggap sebagai keluarga paling sial dan sebagai hukuman atas dosa. Zakharia dan Elisabet dikategorikan orang demikian. Mereka sudah lama mengarungi hidup berumah tangga, tapi karunia Tuhan lewat kehadiran seorang anak belum mereka rasakan, hingga masa tua mereka.

Suatu waktu, Zakharia mendapat kesempatan memasuki tempat kudus untuk membakar ukupan dan mempersembahkan kurban bakaran di Bait Allah. Ia tak lupa memanjatkan doa agar Tuhan sudi memperhatikan dirinya. Doa Zakharia didengar oleh Tuhan. Tuhan punya rencana atas seluruh peristiwa yang dialami Zakharia dan Elisabet. Aib yang menjadi cela itu justru menjadi kesempatan bagi Tuhan untuk memperlihatkan karya-Nya yang mulia. Zakharia memanjatkan nyanyian pujian. Tuhan telah mengingat kembali hamba-Nya dan menganugerahkan karunia yang amat besar. Tuhan menitipkan Nabi Allah yang Mahatinggi, yang akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan-Nya.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering berdoa dan memohon supaya Tuhan berkenan memberikan apa yang kita butuhkan. Adakalanya permohonan kita dikabulkan seperti yang kita minta. Tapi, tak jarang Tuhan mengabulkan doa kita dalam cara yang sungguh berbeda. Tuhan mengabulkan setiap doa sesuai dengan rencana-Nya. Dalam semua peristiwa itu, Tuhan menitipkan sesuatu yang luar biasa. Bisa dan sanggupkah kita seperti Zakharia yang mensyukuri dan melihat karunia Tuhan berkarya dalam hidup kita? (FS).

 

Pelita Hati: Tuhan selalu mengabulkan permohonan umat-Nya yang memohon kepada-Nya hanya kita sering tidak menyadarinya.

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar