Senin, 03 Desember 2012

Renungan Harian: Rabu 5 Desember 2012

Renungan Harian: Rabu 5 Desember 2012

Mat 15: 29-37

Pada suatu ketika Yesus menyusuri pantai Danau Galilea, lalu naik ke sebuah bukit dan duduk di situ. Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya membawa orang lumpuh, orang timpang, orang buta, orang bisu dan banyak lagi yang lain, lalu meletakkan mereka pada kaki Yesus, dan mereka semua disembuhkan-Nya. Maka takjublah orang banyak itu melihat orang bisu berkata-kata, orang timpang sembuh, orang lumpuh berjalan, orang buta melihat; dan mereka memuliakan Allah Israel. Lalu Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata, "Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Aku tidak mau menyuruh mereka pulang dengan lapar, nanti mereka pingsan di jalan." Para murid menyahut, "Bagaimana mungkin di tempat sunyi ini kita mendapat roti untuk mengenyangkan orang banyak yang begitu besar jumlahnya?" Kata Yesus kepada mereka, "Berapa...

 

ALLAH PENYELENGGARA HIDUP

Telinga orang sakit biasanya sangat peka mendengar di mana ada tabib yang bisa menyembuhkan. Hal itu karena kerinduan mendalam untuk sembuh ada dalam diri orang sakit. Namun, hati-hati, kadang muncul tabib palsu untuk menampung kerinduan tersebut. Hal ini harus dihindari sebab masih banyak tabib yang sungguh mampu menyembuhkan. Asal si sakit percaya pada tabib tersebut sehingga daya penyembuhan berperan dalam dirinya.

Berita tentang Yesus yang membawa kesembuhan semakin tersebar. Orang-orang menderita dengan bermacam jenis penyakit datang menemui Yesus dan mereka mengalami kesembuhan. Iman mereka berperan, sehingga membuat kekuatan Allah berdaya dalam derita. Kerinduan manusia untuk disentuh dan disembuhkan Allah bersambut dengan kemurahan dan keharuan Allah pada orang yang percaya pada-Nya. Bahkan Yesus tidak hanya menyembuhkan penyakit, tetapi juga memelihara hidup orang agar tidak sakit. Dia menyelenggarakan hidup orang percaya dengan memberi mereka makan. Allah menyediakan makanan berlimpah ruah untuk orang percaya. Anugerah Allah hendaknya menolong orang untuk hidup bersama dengan baik. Kekurangan yang tampak dalam sakit dan kelebihan yang tampak dalam kelimpahan makanan hendaknya menjadikan manusia mampu hidup bersama dengan saling membela dan saling berbagi dan menyandarkan diri pada Allah.

            Kita membutuhkan sesama untuk saling menyembuhkan, tetapi hendaknya kita juga datang pada Yesus agar kita mengalami belas kasihan-Nya. Belas kasih-Nya akan membuat diri kita berhati segar dan bersyukur atas rahmat yang kita peroleh setiap hari (GN).

 

Pelita Hati: Kerinduan manusia untuk disentuh dan disembuhkan Allah bersambut dengan kemurahan dan keharuan Allah pada orang yang percaya pada-Nya.

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar