Minggu, 23 Desember 2012

Renungan Harian: Kamis 27 Desember 2012

Renungan Harian: Kamis 27 Desember 2012

Yoh 20:2-8

Pada hari Minggu Paskah, setelah mendapati makam Yesus kosong, Maria Magdalena berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus. Ia berkata kepada mereka, "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya, dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan." Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat daripada Petrus, sehingga ia lebih dahulu sampai di kubur. Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; tetapi ia tidak masuk ke dalam maka tibalah Simon menyusul dia, dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala  Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain, dan sudah tergulung. Maka  masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu; ia melihatnya dan percaya.

 

MELIHAT DENGAN MATA IMAN

Pada hari Paskah, bersama Simon Petrus, Yohanes berlari ke kubur. Mereka mau membuktikan kebenaran laporan Maria Magdalena mengenai raibnya mayat Yesus. Murid yang dikasihi itu lebih dulu sampai di makam. Ia menjenguk ke dalam dan melihat kain kafan terletak di tanah. Akan tetapi, ia tidak masuk ke dalam. Setelah Petrus masuk ke dalam kubur itu, ia pun menyusul masuk. Yohanes langsung yakin bahwa jenazah tak mungkin dicuri, sebab para pencuri itu akan mengambil jenazah itu seadanya, lengkap dengan pakaiannya. Murid itu melihat dan percaya. Dengan melihat kain kafan dan kain peluh yang satu terletak di tanah dan yang lain terlipat dengan rapi, ia yakin bahwa Yesus telah bangkit.

Kendati dalam suasana Natal, kita membaca dan merenungkan kisah kebangkitan Yesus dan bagaimana iman Yohanes terhadap Kristus yang bangkit mulia. Dengan membaca peristiwa kebangkitan, kita diingatkan bahwa hidup manusia dimulai dengan kelahiran, melewati kematian, dan tertuju kepada kebangkitan dan hidup kekal sebagaimana telah dialami oleh Yesus sendiri.

Yohanes dipanggil menjadi rasul dan pengarang Injil. Injil yang dia tulis dilambangkan dengan burung rajawali yang terbang tinggi dan memiliki ketajaman untuk melihat. Yohanes mengajak kita untuk merenungkan iman dengan dalam. Buah kedekatan dan pengalamannya dengan Yesus membuat Yohanes sampai pada pengenalan terdalam akan Allah sebagai kasih. Yohanes mengajak kita untuk memancarkan kasih itu lewat kehidupan kita (FS).

 

Pelita Hati: Allah adalah kasih dengan memancarkan kasih itu lewat kehidupan kita.

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar