Sabtu, 10 November 2012

Renungan Harian: Senin 12 Nopember 2012

Renungan Harian: Senin 12 Nopember 2012

Luk 17:1-6

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Tak mungkin tidak akan ada penyesatan! Tetapi celakalah orang yang menyebabkannya. Lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu dilemparkan ke dalam laut, daripada ia menyesatkan salah seorang yang lemah ini. Jagalah dirimu! Jika saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia. Dan jika ia menyesal, ampunilah dia. Bahkan jika ia berbuat dosa terhadapmu tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia." Lalu para rasul berkata kepada Tuhan, "Tambahkanlah iman kami!" Tetapi Tuhan menjawab, "Jika kalian memiliki iman sebesar biji sesawi, kalian dapat berkata kepada pohon ara ini: Tercabutlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, maka pohon itu akan menurut perintahmu."

MEMBAWA KESELAMATAN

Tahun lalu para tokoh lintas agama dan beberapa LSM mengeluarkan pernyataan yang membuat telinga dan wajah pemerintah merah dan malu. Mereka mengatakan bahwa pemerintahan SBY melakukan kebohongan publik. Pemerintah menyampaikan informasi yang kiranya dapat menyesatkan masyarakat. Beberapa janji yang dikemukakan saat kampanye, pada awal dan sepanjang pemerintahan SBY tidak dapat diwujudkan. Tokoh lintas agama dan LSM tersebut melakukan perlawanan dengan menyajikan data dan informasi yang sebenarnya.

Nasihat Yesus dalam Injil hari ini rasanya sangat keras. "Celakalah orang yang mengatakannya," yaitu orang yang menyesatkan orang lain. Bagi mereka yang menyesatkan orang lain, entah melalui sikap, perilaku, informasi yang tidak benar, akan diikatkan batu kilangan pada lehernya dan dibuang ke dalam laut. Upah bagi mereka itu ialah kematian yang tragis. Demikian juga apabila ada seseorang yang melakukan kesalahan, para murid diajak untuk menegornya tetapi tidak hanya menegor saja. Tegoran mesti dibarengi dengan sikap mengampuni. Tegoran tanpa pengampunan justru meninggalkan luka di hati dan itu membuat relasi makin runyam.

Yesus mengajak para murid-Nya agar senantiasa berlaku jujur, menyampaikan kebenaran. Yesus tidak mau bahwa murid-murid-Nya suka neko-neko, berkelit, berkampanye yang muluk-muluk dan ternyata menyesatkan bagi para pendengar. Seorang murid sejati, seperti Yesus Sang Guru, sejatinya membawa keselamatan kepada orang lain (MM).

 

Pelita Hati: Seorang murid sejati membawa keselamatan kepada orang lain.

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar