Jumat, 30 November 2012

Renungan Harian: Sabtu 1 Desember 2012

Renungan Harian: Sabtu 1 Desember 2012

Luk 21:34-36

Pada waktu itu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Jagalah dirimu, jangan sampai hatimu sarat dengan pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi, dan jangan sampai hari Tuhan tiba-tiba datang jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa, sambil berdoa. Agar kalian mendapat kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan agar kalian tahan berdiri di hadapan Anak Manusia."

 

Berjaga dan Berdoa, agar Beroleh Kekuatan

Apa yang diajarkan oleh Yesus, bersumber dari apa yang dihayati-Nya. Ajaran-Nya, ajakan-Nya dengan setia dilakukan-Nya. Tak lama sesudah perikop Injil hari ini, di mana Yesus mengajar murid-murid-Nya berjaga dan berdoa agar beroleh kekuatan, Yesus pergi ke kebun Getsemani bersama tiga orang murid-Nya. Ajakan yang sama disampaikan-Nya dan Ia sendiri berdoa dan berjaga. Dalam berjaga dan berdoa itu Ia sungguh sadar akan keadaan batin-Nya yang sedih, gelisah, dan takut menghadapi derita dan kematian yang sudah mendekat. Dan sebagai manusia, Ia ingin lepas darinya dengan berdoa: "... ambillah cawan ini daripada-Ku." Inilah reaksi biasa dari manusia normal. Namun, sebagai Putera Tunggal Bapa, Ia sadar penuh akan kesatuan dan cinta-Nya pada Bapa, maka Ia berserah diri dengan mengatakan: "tetapi bukan kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi."

 Jadilah kehendak Bapa: Ia harus menderita dan wafat di salib. Sebagai buah dari penyerahan diri-Nya dalam doa dan berjaga, Dia tidak dilepaskan dari derita dan kematian di salib. Bapa memberi kekuatan kepada-Nya untuk menghadapi dan menerima derita dan kematian itu dengan hati tulus penuh kerendahan hati dalam kasih, setia menjalani jalan salib sampai menghembuskan nafas terakhir di atas salib.

Demikianlah seharusnya kita jalankan sebagai pengikut Kristus: "berjaga dan berdoa" dengan menyadari sepenuhnya kenyataan hidup kita yang benar, dengan segala macam derita dan kegembiraan hidup kita, lalu dengan tulus menyerahkan diri kita kepada Tuhan. Kadang-kadang kita alami derita dan beban hidup kita memang berlalu, tapi lebih sering terjadi bahwa derita, kesusahan tidak diambil dan pada akhirnya maut pasti datang... Namun, bila kita bersikap seperti Kristus yang kita ikuti: mengungkapkan kenyataan diri apa adanya, mohon dibebaskan, tapi dengan sikap "bukan kehendakku, melainkan kehendak-Mu", maka kita akan mendapat kekuatan baru untuk menghadapi semuanya itu dengan penuh ketabahan (MS).

 

Pelita Hati: Berjagalah satu jam saja bersama Aku

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar