Senin, 05 November 2012

Renungan Harian: Rabu 7 Nopember 2012

Renungan Harian: Rabu 7 Nopember 2012

Luk 14:25-33

Pada suatu ketika orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Yesus berkata kepada mereka, "Jika seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, istrinya, anak-anaknya, saudara-saudarinya, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Barangsiapa tidak memanggul salibnya dan mengikuti Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Sebab siapakah di antaramu, yang mau membangun sebuah menara,  tidak duduk membuat anggaran belanja dahulu, apakah uangnya cukup untuk menyelesaikan pekerjaan itu? Jangan-jangan sesudah meletakkan dasar ia tidak dapat menyelesaikannya. Lalu semua orang yang melihat itu akan mengejek dengan berkata: Orang itu mulai membangun, tetapi tidak dapat menyelesaikan. Atau raja manakah yang hendak....

 

MELEPASKAN UNTUK MENDAPATKANNYA

Gubernur didampingi oleh pejabat propinsi mengadakan upacara pelepasan bagi para calon jemaah haji di bandara. Sebelum berangkat menuju Tanah Suci, Mekah, mereka ditepungtawari dengan harapan serta permohonan kepada Tuhan agar mereka selamat dalam perjalanan, sehat selama di sana dan kembali dengan selamat. Pelepasan fisik itu juga dibarengi dengan pelepasan rohani. Para calon jemaah haji itu juga mesti melepaskan hal-hal yang kiranya dapat mengganggu selama peziarahan di Tanah Suci sehingga sekembalinya ke tanah air mereka sungguh menjadi seorang haji mabrur, haji yang soleh dan suci.

Relasi di dalam keluarga, antarsaudara-saudari sedarah, sudah sewajarnya akrab. Bapa, ibu dekat dengan anak-anaknya, anak yang satu saling mencintai dengan yang lain. Itulah keluarga yang harmonis, intim. Namun, tawaran Yesus kali ini sungguh lain. Untuk menjadi murid-Nya, seseorang harus melepaskan dirinya dari kelekatan pada keluarga. Ia mesti membenci bapanya, ibunya, istrinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya, bahkan nyawanya sendiri. Hal itu bertolak belakang dengan keyakinan orang sezaman-Nya. Bagaimana itu bisa terjadi? Apakah Yesus menginginkan kehancuran keluarga?

Pelepasan dari sesuatu merupakan konsekuensi dari tumbuhnya sebuah niat. Niat itu mendorongnya untuk mengambil keputusan sebagai perealisasian niat tersebut. Menjadi seorang murid adalah sebuah niat, cita-cita luhur. Perwujudan cita-cita tersebut tentu saja menuntut pengorbanan besar. Menjadi murid Yesus berarti pelepasan dari ….. (ikatan dan kelekatan pada keluarga bahkan kepentingan diri) untuk mengikatkan diri pada ….. (nilai-nilai yang ditawarkan oleh Yesus). Demikian seorang murid yang lepas bebas dari beban segala miliknya, dengan riang gembira memikul salib mengikuti Yesus (MM).

 

Pelita Hati: Pelepasan dari sesuatu merupakan konsekuensi dari tumbuhnya sebuah niat

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar