Senin, 19 November 2012

Renungan Harian: Rabu 21 Nopember 2012

Renungan Harian: Rabu 21 Nopember 2012

Luk 19:11-28

ada waktu Yesus sudah dekat Yerusalem, orang menyangka bahwa Kerajaan Allah akan segera nampak. Maka Yesus berkata, "Ada seorang bangsawan berangkat ke negeri yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja. Sesudah itu baru ia akan kembali. Maka ia memanggil sepuluh orang hambanya, dan memberi mereka sepuluh mina, katanya: Pakailah ini untuk berdagang sampai aku kembali. Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia, lalu mengirimkan utusan menyusul dia untuk mengatakan: Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami. Dan terjadilah, ketika ia kembali, setelah dinobatkan menjadi raja, ia menyuruh memanggil hamba-hambanya, yang telah diberinya uang itu,...

 

Sikap terhadap Yesus sebagai Raja

Dalam perumpamaan ini diajarkan bahwa Kristus sebagai Raja dan manusia bebas menerima atau menolaknya. Sikap manusia terhadap Raja itu sangat menentukan, apakah dia dapat bahagia atau tidak. Sebagai yang dirajai  ('hamba'), hamba-hamba diberi tugas untuk melaksanakan kehendak Rajanya. Dua hamba pertama sadar akan statusnya sebagai yang dirajai, maka mereka taat, berserah diri kepada kehendak Rajanya  dengan menerima dan melaksanakan tugas itu dengan tulus. Usaha dan pekerjaan mereka pun berhasil dan itu dihargai oleh Rajanya. Mereka disebut 'baik' dan 'setia', lalu mereka diberi ganjaran: turut meraja bersama dengan Raja yang mereka taati. Sedangkan hamba yang ketiga punya sikap dasar takut terhadap Raja itu, sebab dia menaruh prasangka yang tidak baik atas Raja itu. Maka dalam ketakutannya ia tidak berusaha, tidak bekerja; mina yang diterimanya disimpan dalam sapu tangan sementara hatinya penuh dengan prasangka buruk terhadap rajanya. Ketika diminta pertanggungjawaban, ia tidak sadar akan statusnya sebagai 'hamba'; ia berlagak sebagai yang sejajar atau melebihi rajanya dengan menuduhkan hal-hal negatif terhadapnya. Apa yang menjadi ganjarannya ialah: hukuman, tidak ambil bagian dalam bahagia Kerajaan yang disediakan baginya.

 Atas kebijaksanaan Ilahi, Yesus diutus ke dunia ini sebagai Raja untuk menyelamatkan segenap umat manusia. Setiap manusia secara definitif adalah yang dirajai oleh-Nya, kita semua adalah 'hamba'. Manusia yang sadar akan statusnya itu, bertitik tolak dari kenyataan dirinya yang unik, akan berusaha melaksanakan kehendak Dia yang adalah Rajanya. Mereka akan mendapat ganjaran turut bahagia dan meraja bersama Yesus. Sedangkan manusia yang tak sadar akan statusnya itu akan berkomentar banyak dan menuduhkan yang tak benar tentang Yesus, lalu mereka tak akan ambil bagian dalam bahagia meraja bersama Yesus (MS).

 

Pelita Hati: Bila ada raja lain dalam dirimu selain Dia, pasti kamu tidak bahagia.

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar