Rabu, 21 November 2012

Renungan Harian: Minggu 25 Nopember 2012

Renungan Harian: Minggu 25 Nopember 2012

Yoh 18:33b-37

Ketika Yesus dihadapkan ke pengadilan, bertanyalah Pilatus kepada-Nya, "Engkaukah raja orang Yahudi?" Jawab Yesus, "Dari hatimu sendirikah engkau katakan hal itu? Atau adakah orang lain yang mengatakan kepadamu tentang Aku?" Kata Pilatus, "Orang Yahudikah aku! Bangsamu sendiri dan imam-imam kepala telah menyerahkan Engkau kepadaku; apakah yang telah Engkau perbuat?" Jawab Yesus, "Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini! Jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku sudah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi. Akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini!" Maka...

 

Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini

Dulu, ada satu desa di lereng Gunung Sibayak, bernama Raja Berneh. Sekarang nama itu tidak dipakai lagi dan desa itu telah berubah nama menjadi desa Semangat Gunung. Apa penyebab terjadinya perubahan nama itu? Konon, menurut penduduk desa perubahan itu terjadi pada masa rejim Suharto. Suharto merasa bahwa dialah raja satu-satunya di republik ini sehingga dia alergi mendengar kata 'raja'. Setiap ada kata raja dianggapnya sebagai saingan bahkan ancaman. Oleh karena itu, demi ketenteraman hatinya, segala nama yang mengandung kata raja di republik ini, harus diubah, termasuk nama tempat/desa. Maka kenalah desa Raja Berneh sehingga namanya harus diganti dan sejak itulah nama desa itu berubah menjadi desa Semangat Gunung.

Demikianlah raja-raja dunia ini, mereka merasa terancam dan ketakutan oleh kahadiran raja lain. Rasa terancam dan ketakutan itu membuat mereka tidak menyukai apa pun yang memakai nama raja. Karena itu, segala usaha dilakukan untuk mempertahankan kerajaannya, termasuk dengan menghalalkan segala cara untuk menyingkirkan raja-raja lain pun nama atau segala sesuatu yang ada kaitannya dengan raja.

Sungguh berbeda dengan Yesus sebagai Raja. Yesus tak pernah merasa terancam, sehingga Dia tak membutuhkan tentara atau hamba-hamba untuk melindungi-Nya. "Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini," demikian kata Yesus. Sebagai Raja, Dia tak pernah memaksakan kehendak-Nya kepada yang dirajai-Nya, tapi Dia senantiasa 'menawarkan'. Dari kekal, Yesus adalah Raja kita. Ketika Ia menjelma menjadi manusia dan lahir di Betlehem, Ia diperkenalkan sebagai Raja Damai dan selama hidup-Nya di dunia ini, meskipun Dia Raja, Ia hadir sebagai Pelayan dan me-raja-i dengan penuh kasih dan tak pernah memaksakan apa pun kepada orang lain. Kepada mereka yang mengikuti-Nya dipesankan-Nya, bila ingin menjadi yang terbesar (raja) hendaklah menjadi yang terkecil, bila mau jadi yang terkemuka, hendaklah menjadi hamba semua orang (MS).

 

Pelita Hati: Cristus vincit, Cristus regnat, Cristus imperat

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar