Senin, 05 November 2012

Renungan Harian: Jumat 9 Nopember 2012

Renungan Harian: Jumat  9 Nopember 2012

Yoh 2:13-22

Ketika sudah dekat Hari Raya Paskah orang Yahudi, Yesus berangkat ke Yerusalem. Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing-domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ. Maka Yesus membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing-domba dan lembu mereka; uang para penukar dihamburkan-Nya ke tanah, dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya. Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata, "Ambil semuanya ini dari sini, jangan membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan!" Maka teringatlah murid-murid Yesus bahwa ada tertulis: Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku. Tetapi orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya, "Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa....

 

SALAH FUNGSI

Suatu kali saya menghadiri perayaan Natal Ekumene Muda-mudi. Dalam salah satu adegan drama yang mereka tampilkan, seorang imam sedang mendengarkan pengakuan dosa. Ia mengenakan pakaian putih panjang (semacam alba) dan stola ungu di bahunya. Setelah perayaan selesai, sekadar ingin tahu, saya bertanya kepada seorang pemuda perihal stola tersebut. Ia mengatakan bahwa stola itu diambil dari sakristi pastoran tanpa menginformasikan kepada pastor. Sebenarnya setiap peralatan liturgis telah diberkati untuk pemakaian liturgis; bukan untuk hal-hal lain. Untuk keperluan drama seharusnya dijahitkan sebuah yang seolah-olah seperti stola, bukan stola yang dipakai oleh imam dalam perayaan-perayaan liturgi.

Pemakaian alat-alat liturgis bukan pada perayaan liturgis tidak dibenarkan oleh Gereja. Hal itu, mengingat sejak Perjanjian Lama, selalu ada tempat yang dikhususkan bagi kehadiran Allah. Misalnya Yakub mendirikan sebuah altar batu di tempat di mana ia bergulat dengan malaikat Allah; tabut perjanjian diarak dan ditempatkan dalam sebuah kemah tersendiri dan diletakkan di tengah-tengah perkemahan bangsa Israel dalam perjalanan menuju tanah terjanji. Tempat-tempat seperti itu menjadi tempat kudus, sebagai tanda kehadiran Allah.

            Yesus merasa terpukul saat tahu bahwa Bait Suci di Yerusalem disalahfungsikan oleh orang-orang tertentu. Tempat kudus dipakai menjadi tempat berdagang, tempat bertransaksi demi kepentingan pribadi. Yesus marah. Berkobar karena cinta akan kekudusan Bait Allah, Ia mengusir para pedagang, penukar uang, dan siapa saja yang mengotori Bait Allah. Bait Allah itu adalah juga hati kita, tempat Allah berdiam. Allah berdiam di sana dan menguduskannya. Mari kita pelihara hati kita agar tetap murni dan putih bersih sehingga menjadi tempat yang layak bagi Allah (MM).

 

Pelita Hati: Bait Allah itu adalah juga hati kita, tempat Allah berdiam

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar