Rabu, 21 November 2012

Renungan Harian: Jumat 23 Nopember 2012

Renungan Harian: Jumat 23 Nopember 2012

Luk 19:45-48

Pada waktu itu Yesus tiba di Yerusalem dan masuk ke bait Allah. Maka mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ. Ia berkata,"Ada tertulis: Rumahku adalah rumah doa. Tetapi kalian telah menjadikannya sarang penyamun!" Tiap-tiap hari Yesus mengajar di bait Allah. Para imam kepala dan ahli Taurat serta orang-orang terkemuka bangsa Israel berusaha membinasakan Yesus. Tetapi mereka tidak tahu, bagaimana harus melakukannya, sebab seluruh rakyat terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia.

 

Rumah doa, bukan sarang penyamun

Setiap agama, punya tempat khusus untuk berdoa, dan rumah itu secara umum dapat kita sebut Rumah Doa. Rumah seperti ini dibangun sedemikian, sehingga orang yang datang dibantu untuk dapat lebih baik berkontak dengan Dia, yang pada-Nya hidupnya bergantung. Demikian juga halnya dengan Bait Allah di Yerusalem.

Bait Allah di Yerusalem, menurut perkataan Yesus dalam Injil hari ini, sudah disalahgunakan alias beralih fungsi. Bukan lagi Rumah Doa, tempat berkontak dengan Tuhan, melainkan sudah menjadi  'sarang penyamun'. Yesus berkata demikian, karena rumah itu sudah dipergunakan untuk berdagang, berdagang uang dan binatang-binatang bakal persembahan. Namanya pun berdagang: di sana manusia berkontak antarmereka sambil berusaha memperoleh untung bagi diri sendiri, kalau bisa sebesar mungkin. Tujuan rumah doa itu (tempat berkontak dengan Tuhan) sudah tersisih, sebab sudah dipakai untuk transaksi dagang antarmanusia, dengan tujuan untuk memperoleh untung sebesar mungkin. Dengan demikian, orang-orang yang menyalahgunakannya dapat disebut penyamun-penyamun yang mencari kepentingan sendiri.

Bila Anda pergi ke Rumah Doa/Gereja, dengan siapakah Anda berkontak? Alangkah janggalnya, bila kita berkontak dengan sesama dalam Gereja tanpa kaitan dengan Tuhan sendiri. Bahkan ada orang yang datang ke Gereja: badannya dalam Gereja, tapi tetap berkontak dengan temannya di luar Gereja lewat 'getar' HP di kantongnya. Bagaimana dengan Anda? (MS).

 

Pelita Hati: Kamu adalah Bait Roh Kudus

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar