Selasa, 13 November 2012

Renungan Harian: Jumat 16 Nopember 2012

Renungan Harian: Jumat 16 Nopember 2012

Luk 17:26-37

Pada suatu ketika Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, "Sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula kelak hari Anak Manusia. Pada zaman Nuh itu orang-orang makan dan minum, kawin dan dikawinkan, sampai pada hari Nuh masuk ke dalam bahtera. Lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua. Demikian pula yang terjadi pada zaman Lot. Mereka makan dan minum, membeli dan...

 

Yang ingin memelihara nyawanya akan kehilangan nyawanya

Dalam Injil hari ini Yesus mengingatkan dua peristiwa, yakni peristiwa Nuh dan peristiwa Sodom dan Gomora. Dari kedua peristiwa itu, Yesus menekankan satu hal, yakni kepercayaan kepada Allah dan kerelaan untuk mengandalkan kehendak Allah itu agar selamat. Sebaliknya, bila tidak percaya dan mulai mengandalkan diri akan kehilangan nyawa alias tidak selamat.

Dalam peristiwa pertama, Nuh yang mendapat pesan dari Allah dengan hati tulus melakukan pesan itu, meskipun rasanya 'aneh', (sebab ia disuruh Allah untuk membuat bahtera besar di daratan). Bisa kita duga aneka macam komentar atau cemooh yang sampai ke telinganya: 'pekerjaan yang sia-sia: membuat bahtera di daratan luas, apa gunanya?' Atau: "Jangan-jangan Nuh ini sudah mulai tidak beres pikirannya!" Namun, karena Nuh percaya pada Allah, apa pun kata orang, tetap kata Allah yang didengar dan dilakukannya dengan setia. Ia tak mau memelihara apa pun, kecuali Allah dengan pesan-Nya/kehendak-Nya. Dan buahnya ialah dia menyelamatkan nyawanya. Sedangkan orang-orang yang tidak percaya pada Allah akhirnya kehilangan nyawanya dalam bencana air bah itu.

Demikian juga halnya dengan penghuni kota Sodom dan Gomora: mereka tidak mau mendengarkan Allah, mereka bersikeras dalam kejahatannya dan tidak mau bertobat, mereka mau memelihara nyawanya dengan makan dan minum, membeli dan menjual, menanam dan membangun tanpa peduli dengan Allah, sehingga mereka dibinasakan dengan api dan belerang... Yang ingin memelihara nyawanya akan kehilangan nyawanya, sedangkan yang menyerahkan nyawanya ke dalam tangan Allah, akan menyelamatkan nyawanya.

Sebagai manusia yang sehat dan beriman, kita harus berusaha memelihara hidup kita sebaik mungkin. Namun, kita harus tetap sadar bahwa hidup kita ada di tangan Tuhan. Karena itu, sambil memelihara hidup, kita harus tetap setia pada Tuhan: jangan karena asyik memelihara hidup kita malah terpisah dari Tuhan (MS).

 

Pelita Hati: Percayalah, Tuhan memelihara hidupmu.

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar