Jumat, 12 Oktober 2012

Renungan Harian: Selasa 16 Oktober 2012

Renungan Harian: Selasa 16 Oktober 2012

Luk 11:37-41

Pada suatu ketika, selesai mengajar, Yesus diundang seorang Farisi untuk makan di rumahnya. Maka masuklah Yesus ke rumah itu, lalu duduk makan. Tetapi orang Farisi itu heran melihat Yesus tidak mencuci tangan sebelum makan. Lalu Tuhan berkata kepadanya, "Hai orang-orang Farisi, kalian membersihkan cawan dan pinggan bagian luar, tetapi bagian dalam dirimu penuh rampasan dan kejahatan. Hai orang-orang bodoh, bukankah yang menjadikan bagian luar, Dialah juga yang menjadikan bagian dalam? Maka berikanlah isinya sebagai sedekah, dan semuanya akan menjadi bersih bagimu."

 

Pelita Hati: Jangan Munafik

Kaum Farisi dan ahli-ahli Taurat cukup sering menjadi lawan bicara Yesus. Kritik pedas yang dialamatkan mereka kepada Yesus menjadi bagian dari pewartaan Yesus. Kritik mereka itu menjadi batu uji yang sangat berharga untuk menunjukkan kebenaran ajaran Yesus. Lewat pertanyaan yang mereka ajukan maka makin jelaslah kemunafikan hidup mereka yang hanya banyak berbicara, tetapi sedikit bahkan tidak ada aksi. Yesus mengkritik kaum Farisi dan ahli-ahli Taurat untuk menunjukkan ajaran dan iman yang benar.

Lalu apa yang dapat kita petik dari dialog Yesus dengan kaum Farisi dan ahli Taurat ini? Satu hal yakni bahwa Iman bertumbuh lewat  pengalaman hidup sehari-hari dan kepedulian kepada sesama. Beriman merupakan suatu proses yang tidak sekali jadi. Ada beragam cara orang beriman dalam menghayati imannya. Cara ini menunjukkan betapa kayanya iman itu.  Secara sederhana beriman artinya mempunyai iman dan ketetapan hati serta mau peduli kepada sesama.

Dalam kenyataan hidup kita sering berhadapan dengan orang-orang yang suka mengkritik dan berbicara hebat, tapi tidak ada aksi. Saat itu kita sering merasa tak berdaya. Ini semua karena kita kurang percaya pada iman kita. Maka dengan modal iman dan kepercayaan yang tanpa syarat kepada Allah, kita akan dapat mencari sumber hidup yang sama sekali lain dari dunia ini.

Bagi kita umat beriman Injil hari ini juga menjadi ajakan dan seruan bahwa proses beriman itu bukanlah hapalan dan sekali jadi, tetapi mesti melalui proses yang berjalan terus-menerus melalui ibadah, pelajaran, dan kepedulian kepada sesama (MES)

 

Pelita Hati: Memahami secara bijaksana aneka kenyataan yang kita jumpai dalam peristiwa hidup sehari-hari merupakan jalan menuju upaya mencapai keutamaan tertinggi yakni iman, harapan, dan kasih.

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar