Rabu, 17 Oktober 2012

Renungan Harian: Sabtu Oktober 2012

Renungan Harian: Sabtu Oktober 2012

Luk 12:8-12

Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, "Barangsiapa mengakui Aku di depan manusia, akan diakui pula oleh Anak Manusia di depan para malaikat Allah. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal pula di depan para malaikat Allah. Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan anak Manusia, ia akan diampuni. Tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, tidak akan diampuni. Apabila kalian dihadapkan kepada majelis atau pemerintah, atau penguasa, janganlah kuatir bagaimana dan apa yang harus kalian katakan untuk membela dirimu. Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajarkan kepadamu apa yang harus kalian katakan."

 

Kepercayaan Diri yang benar

Kita dapat tahan uji, bila kita mempunyai kepercayaan diri. Perlu diingat bahwa kepercayaan diri memang bisa menjerumuskan kita ke dalam penghargaan diri yang berlebihan. Bila itu terjadi maka kita akan jatuh dalam kesombongan. Namun, hal itu tak akan terjadi jika kepercayaan diri itu kita letakkan dalam iman bahwa Tuhan mempunyai alasan mengapa kita diciptakan dan dicintai-Nya. Tuhan ingin bekerja sama dengan kita dalam rencana penyelamatan-Nya terhadap dunia ini.

Dewasa ini banyak orang kehilangan kepercayaan dan orientasi diri. Mereka tenggelam ke dalam berbagai tawaran yang menyesatkan. Akibatnya mereka kehilangan identitas. Dalam menentukan pilihan mereka hanya mau yang instan dan menyenangkan badan saja. Bila kita jatuh pada pilihan hidup seperti itu maka kita tak tahu lagi apa cita-cita hidup kita. Hilangnya cita-cita akan membuat hidup kita ini tak berarti lagi dan pada akhirnya hidup akan menjadi kacau.

Dalam Injil hari ini Yesus mengajak para murid supaya memiliki kepercayaan diri yang benar dan tahan uji. Kepercayaan diri yang benar itu bersumber dari Roh Kudus. Memiliki kepercayaan diri yang benar perlu menggalinya terus-menerus lewat doa dan karya. Dengan kata lain, perlu latihan rohani supaya kita menemukan orientasi diri yang benar dan semakin menyadari bahwa segalanya berasal dari Allah dan akan berpulang kepada Allah (MES).

 

Pelita Hati: Tuhan, jadikan aku sebuah jembatan yang melintas batas-batas merengkuh yang menderita menyelami hati yang sepi mengulurkan pertolongan  dan menyebar senyuman bagi siapa saja.

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar