Jumat, 26 Oktober 2012

Renungan Harian: Sabtu 27 Oktober 2012

Renungan Harian: Sabtu 27 Oktober 2012

Luk 6:12-19

Sekali peristiwa Yesus mendaki sebuah bukit untuk berdoa. Semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. Keesokan harinya, ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya dan memilih dari antara mereka dua belas orang yang disebut-Nya rasul. Mereka itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus, Andreas, saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus, Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas anak Yakobus dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi penghianat. Lalu Yesus turun bersama mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar. Di situ berkumpul sejumlah besar murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem, dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon. Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang kerasukan roh-roh jahat mendapat kesembuhan. Dan orang banyak itu berusaha menjamah Dia, sebab daripada-Nya keluar suatu kuasa, dan semua orang itu disembuhkan-Nya.

 

MEMBANGUN HIDUP BERSAMA YANG BERBUAH

Dalam perjalanan hidup kita masing-masing sejak bayi, kita senantiasa menerima binaan, didikan, pendampingan atau asuhan dari mereka yang telah mengasihi atau berbuat baik kepada kita, terutama orangtua, dengan aneka cara dan bentuk. Apa yang mereka lakukan bagaikan sedang 'memupuk' diri kita agar tumbuh berkembang dengan baik, menjadi dewasa baik secara fisik maupun spiritual. Dari usaha atau tindakan 'pemupukan' tersebut diharapkan ada buah-buah atau hasil yang menyelamatkan atau membahagiakan diri kita sendiri maupun saudara-saudari kita. Yang mereka lakukan juga merupakan perawatan rohani, sehingga kita semakin hidup dan bertindak sesuai dengan kehendak Roh dan dengan demikian cara hidup dan cara bertindak kita menghasilkan buah-buah Roh.

Dalam hidup sehari-hari, entah di dalam keluarga, masyarakat atau tempat kerja/tugas, masing-masing dari kita memiliki fungsi, jabatan atau kedudukan yang berbeda satu sama lain. Hendaknya kita menghayati fungsi, jabatan atau kedudukan tersebut 'bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan paguyuban umat beriman', dengan kata lain untuk mengusahakan, membangun dan memperdalam persaudaraan atau persahabatan sejati. Pengalaman kebersamaan hidup di dalam keluarga atau komunitas merupakan senjata dalam kehidupan bersama yang lebih luas, di dalam masyarakat atau tempat kerja/tugas.

Marilah kita bina, didik, dan dampingi anak-anak dalam semangat melayani demi pembangunan hidup bersama, sehingga mereka tumbuh berkembang menjadi pribadi yang senantiasa siap sedia untuk bekerja sama dengan siapa pun dan di mana pun (MM).

 

Pelita Hati: Hendaknya kita menghayati fungsi, jabatan atau kedudukan 'bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan paguyuban umat beriman'.

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar