Jumat, 12 Oktober 2012

Renungan Harian: Rabu 17 Oktober 2012

Renungan Harian: Rabu 17 Oktober 2012

Luk 11:42-46

Sekali peristiwa Yesus bersabda,"Celakalah kalian, hai orang-orang Farisi! Sebab kalian membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kalian mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan. Celakalah kalian, hai orang-orang Farisi, sebab kalian suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan suka menerima penghormatan di pasar. Celakalah kalian, sebab kalian seperti kubur yang tidak memakai tanda; orang-orang yang berjalan di atasnya, tidak mengetahuinya. Seorang ahli Taurat menjawab, "Guru, dengan berkata demikian, Engkau menghina kami juga." Tetapi Yesus berkata lagi, "Celakalah kalian juga, hai ahli-ahli Taurat, sebab kalian meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang, tetapi kalian sendiri tidak menyentuh beban itu dengan satu jari pun."

 

Melawan Kemunafikan

Dalam Injil hari ini kembali dilukiskan sikap tegas Yesus yang mencela kaum Farisi yang banyak berpura-pura dan munafik. Kemarahan Yesus timbul karena perilaku mereka tidak mencerminkan keadilan, perdamaian, dan cinta kasih. Mereka selalu berusaha untuk mendapatkan keuntungan pribadi, sukses pribadi, dan kehormatan tanpa memperhatikan kesukaran hidup yang dialami oleh sesama. Bagi kaum Farisi peraturan dan adat istiadat dipakai hanya sebagai alat untuk mencapai tujuan. Mereka tidak sanggup lagi melihat cinta kasih dalam aturan dan adat istiadat.

Kritik Yesus dalam Injil hari ini boleh jadi ada dalam diri kita masing-masing. Tidak jarang dalam kehidupan sehari-hari, dalam kehidupan menggereja, kita lebih mementingkan aturan daripada cinta kasih, menjaga status dan harga diri. Mungkin juga kita lebih cenderung mementingkan kepentingan diri dan lupa mengamalkan cinta kasih kepada sesama. Secara sederhana seruan Injil kepada kita hari ini adalah agar kita senantiasa terbuka. Menggantikan kesombongan dengan sikap rendah hati; bermental tuan dengan mau melayani. Mau menerima dan menghargai mereka yang dianggap rendah. Sikap dan tindakan kita hendaknya mencerminkan iman kita. Orang beriman akan tampak dari sikap dan perilaku hidupnya.

Sering terjadi bahwa orang aktif dalam Gereja, tetapi dalam hidup bermasyarakat mereka tidak mampu malah disingkirkan. Kenapa? Karena kita mungkin tampil munafik. Orang dengan cepat dapat menilai kita apakah tulus atau munafik alias pura-pura. Kemunafikan hanya akan bisa diatasi dengan sikap pelayanan tulus. Masihkah kita munafik? (MES).

 

Pelita Hati: Hati kami terbuat untuk-Mu ya Allah, dan hati kami tidak akan beristirahat sebelum beristirahat di dalam-Mu (St. Agustinus).

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar