Jumat, 05 Oktober 2012

Renungan Harian: Rabu 10 Oktober 2012

Renungan Harian: Rabu 10 Oktober 2012

Luk 11:1-4

Pada waktu itu Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang murid-Nya kepada-Nya, "Tuhan, ajarlah kami berdoa sebagaimana Yohanes telah mengajar murid-muridnya." Maka Yesus berkata kepada mereka, "Bila kalian berdoa, katakanlah: 'Bapa, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu. Berilah kami setiap hari makanan yang secukupnya, dan ampunilah dosa kami sebab kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami;

dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan."

 

Doa sebagai Nafas Hidup

"Bunga-bunga tiada akan mekar mewangi, jika tanpa disegarkan air, hidup akan menjadi hampa jika tanpa cinta kasih Tuhan." Syair lagu dari Madah Bakti ini sungguh berkesan dan penuh makna. Bila kita menghayati syair lagu dengan saksama maka akan terasa sebuah nilai yang sangat berarti. Bagi orang yang tidak pernah merasa kesulitan memperoleh air dalam kehidupan sehari-hari, mungkin lagu itu akan terasa sangat biasa karena hanya dinyanyikan di mulut, tetapi tidak meresap di dalam hati. Hal ini sangat berbeda bagi orang yang pernah atau sering kesulitan untuk mendapatkan air dalam hidupnya. Bagi mereka syair lagu itu pasti akan memberikan kesan yang sangat mendalam.

Pengalaman akan pentingnya air dalam kehidupan sama halnya dengan berdoa. Memang tak jarang kita menjadi bosan dalam berdoa karena hidup kita terasa sudah lengkap semua. Tetapi mesti disadari bahwa doa merupakan jantung hidup. Orang yang dengan tulus berdoa dalam hidupnya akan merasakan damai dalam hidupnya. Berdoa bukan soal lamanya, tetapi soal ketulusan. Beragam cerita yang pernah kita dengar dari orang yang sungguh tulus berdoa.

Injil hari ini mengingatkan kita akan makna dan tujuan berdoa. Lebih mendalam dalam doa yang diajarkan Yesus ini tampak keutuhan secara sempurna, yakni pujian, kemuliaan, dan permohonan. Ketiga unsur ini mesti nampak dalam setiap doa. Kita sering berdoa hanya kalau butuh saja atau dalam situasi terdesak. Injil mengingatkan kita kembali bahwa berdoa tidak mengenal situasi hidup, tetapi harus terus-menerus (MES)

 

Pelita Hati: "Masa hidup kami hanya tujuh puluh tahun, dan jika kuat delapan puluh tahun dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap." (Mzm 90:10).

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar