Minggu, 21 Oktober 2012

Renungan Harian: Minggu 21 Oktober 2012

Renungan Harian: Minggu 21 Oktober 2012

Mrk 10:35-45(42-45)

Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata, "Kamu tahu, bahwa orang-orang yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tetapi janganlah demikian di antara kamu! Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia  menjadi hamba untuk semuanya...

 

Rendah Hati dalam Pelayanan

Negeri kita berlimpah kekayaan, tetapi miskin keteladanan. Negeri kita punya belasan ribu pulau, tetapi sangat jarang tertata rapi. Jangan tanya manusianya. Hampir semua rakus. Apa sebenarnya yang kurang lagi di negeri ini? Hasil hutan, perkebunan, laut, dan pertambangan  melimpah. Keindahan alamnya sangat mempesona sehingga  mampu memikat hati jutaan turis manca negara setia datang berkunjung setiap tahunnya. Sekalipun demikian, jutaan rakyat masih tergolong miskin  dan menderita. Utang negara menggunung. Sangat ironis. Mungkin itu sebabnya tetua pada zaman dulu bertanya: kekayaan alam itu berkah atau musibah? Singapura hanya memiliki satu pulau, tetapi karena hanya itu yang dimiliki, mereka merawat dengan baik, tidak saja alamnya tetapi juga perilaku manusianya juga dirawat dengan baik.

Lukisan di atas dibuat untuk memudahkan kita memahami isi Injil pada hari Minggu ini. Seruan Yesus "barangsiapa ingin menjadi besar, hendaklah ia menjadi pelayanmu.." menjadi sangat tepat untuk melukiskan situasi yang kita hadapi di negeri ini. Kemiskinan dan ketidakadilan yang muncul di negeri ini adalah akibat dari sikap para pemimpin yang tidak mau menjadi pelayan yang sesungguhnya. Seruan Yesus yang bernada lembut ini hendak menekankan bahwa kalau masing-masing kita mau saling berbagi dan melayani dengan rendah hati maka penderitaan akan terkikis dari dunia sekitar kita.

Kesediaan untuk  mau menjadi pelayan yang rendah hati merupakan sebuah kearifan yang sangat dibutuhkan pada zaman ini karena melalui pelayanan yang tulus akan terbuka pintu-pintu persahabatan dan persaudaraan. Perhatikan kehidupan  Bunda Teresia dari Kalkuta yang berjuang tanpa senjata, tetapi ia memenangkan pertandingan. Mengapa? Karena Bunda Teresa memiliki spiritualitas pelayanan yang tinggi dan mau menjadi pelayan yang rendah  hati tanpa pamrih bagi orang-orang yang tersingkirkan. Akhirnya, Bunda Teresia menjadi besar dan namanya dikenang dunia dengan sangat baik. Semua itu karena dia sungguh melayani dengan tulus (MES).

 

Pelita Hati: Bunga-bunga tidak akan mekar mewangi jika tanpa disegarkan air, hidup akan menjadi hampa jika tanpa cinta kasih Tuhan.

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar