Jumat, 12 Oktober 2012

Renungan Harian: Minggu 14 Oktober 2012

Renungan Harian: Minggu 14 Oktober 2012

Mrk 10:17-30

Pada suatu hari Yesus berangkat meneruskan perjalanan-Nya. Maka datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia bertanya, "Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" Jawab Yesus kepadanya, "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorang pun yang baik selain Allah! Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta dan jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayah dan ibumu!" Kata orang itu kepada Yesus, "Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku." Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya, "Hanya satu lagi kekuranganmu: Pergilah, juallah apa yang kaumiliki, dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin. Maka engkau akan beroleh harta di surga. Kemudian datanglah kemari, dan ikutlah Aku." Mendengar perkataan Yesus, orang itu menjadi ....

Kaya Rohani

"Jual milikmu dan berikanlah kepada orang-orang miskin.." Sabda Yesus ini sungguh menjadi sebuah pukulan keras bagi orang muda kaya yang dilukiskan dalam Injil hari ini. Keterikatannya kepada harta dunia dan terlebih ketidakmauan untuk berbagi menjadi penghalang baginya menerima rahmat yang lebih besar. Dia cemas karena miskin rohani.

Kecemasan yang keterlaluan terhadap pengamanan diri dan keterkaitan dengan harta benda sering membuat kita menjadi hamba keserakahan. Bahkan tidak jarang kita dengar dan saksikan bahwa ada orang yang sampai bunuh membunuh untuk memperebutkan harta warisan orangtuanya sendiri. Ketamakan sering membutakan mata hati manusia dan membuat orang hanya melihat kenikmatan dan kehormatan yang akhirnya bermuara pada kehampaan hidup. Mengapa manusia begitu terikat pada harta? Tidak lain dan tidak bukan karena adanya ketakutan akan masa depan.

Dalam Injil hari ini Yesus memperingatkan seorang muda yang kaya akan bahaya ketamakan dan keserakahan yang dijelaskan melalui  sebuah dialog yang sangat indah dan menawan. Pesan yang mau disampaikan sangat jelas, yakni berupa undangan agar menjalani satu hidup bahagia dengan menggunakan harta kekayaan secara bertanggung jawab dan juga kerelaan untuk membaginya pada mereka yang sangat membutuhkan.

Kemauan untuk berbagi akan membuat kita kaya di hadapan Allah. Injil hari ini merupakan satu undangan untuk mengumpulkan harta surgawi dengan menjalani satu kehidupan yang dijiwai oleh Roh Allah. Kehidupan yang dijiwai Roh akan dapat mengatasi kehampaan hidup. Itulah kekayaan rohani yang tak akan pernah berkesudahan. Maukah kita berbagi? (MES).

 

Pelita Hati: Dalam hidup sarana dan harta benda lainnya jangan sampai kita pakai sebagai tujuan hidup. Kalau harta yang menjadi tujuan hidup kita maka pada akhirnya kita akan mengalami kehampaan hidup.

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar