Rabu, 17 Oktober 2012

Renungan Harian: Kamis 18 Oktober 2012

Renungan Harian: Kamis 18 Oktober 2012

Luk 10:1-9

Pada suatu hari Tuhan menunjuk tujuh puluh murid, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Kata-Nya kepada mereka, "Tuaian memang banyak, tetapi sedikitlah pekerjanya. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. Pergilah! Camkanlah, Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan. Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu, 'Damai sejahtera bagi rumah ini.' Dan jika di situ ada orang  yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal padanya. Tetapi jika tidak, salammu itu akan  kembali kepadamu. Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. Jika kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah....

 

Menjadi Saksi Kristus

Mengikuti Kristus secara konsekuen berarti menuju kurban dan salib, mengapa? Karena mengikuti Kristus banyak tuntutannya. Tiada sesuatu pun yang boleh kita pilih di atas Dia. Kita harus menaruh cinta kasih kepada-Nya melebihi keluarga, melebihi segala-galanya bahkan melebihi hidup kita sendiri.

Dalam Injil hari ini tampak  tuntutan Yesus  yang begitu tegas bila mau mengikuti Dia. Tuntutan yang tegas ini tidak lain adalah untuk meyakinkan para pengikutnya bahwa tak mungkin bertemu Kristus tanpa mengangkat salibnya. Dan para murid pun dipilih untuk menghadirkan Dia. Mereka itu diutus oleh-Nya dan Dia sendiri diutus oleh Bapa-Nya. Maka bila kita menerima utusan-Nya kita menerima Dia dan dalam Dia kita menerima Bapa-Nya.

Santo Lukas sadar betul akan tugas perutusan itu. Dia mewartakan Kabar Gembira dengan cara lembut, meyakinkan, dan bersahabat. Dia banyak menghadapi tantangan, tetapi dengan teguh tetap berpegang pada Yesus. Terkadang dalam kehidupan kita mudah goyah karena bujukan atau pengaruh keyakinan lain. Maka melalui pesta santo Lukas hari ini kita kembali disegarkan  bahwa sekali memilih Yesus mesti berani untuk mempertahankan-Nya sampai mati. Mengikuti Dia harus sebulat hati. Kita harus tetap berjuang agar harapan Yesus bagi kita sebagai murid pada zaman sekarang bisa kita laksanakan dan jalankan. Dan terlebih dengan usaha dan perjuangan kita itu, damai sejahtera ada dalam lingkungan dan persahabatan kita semakin bersemi. Sudah siapkah kita menjadi murid? (MES).

 

Pelita Hati: Kuakui dengan mulutku, "Ya Allah kekal, Kasih-Mu menciptakan surga, tetapi kesetiaan-Mu kokoh melebihi langit."

(Mzm 88: 2)

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar