Sabtu, 15 September 2012

Renungan Harian: Senin 17 September 2012

Renungan Harian: Senin 17 September 2012

Luk 7:1-10

Pada suatu ketika, setelah mengakhiri pengajaran-Nya kepada orang banyak, masuklah Yesus ke Kapernaum. Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba yang amat ia hargai. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati. Ketika mendengar tentang Yesus, Ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta agar Ia datang dan menyembuhkan hamba-Nya. Mereka datang kepada Yesus, dan dengan sangat mohon pertolongan-Nya, katanya,  "Sudah selayaknya Engkau menolong dia, sebab ia mengasihi bangsa kita, dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami." Maka pergilah Yesus bersama mereka. Ketika Yesus tidak jauh lagi dari rumahnya, perwira itu menyuruh beberapa sahabatnya mengatakan kepada Yesus, "Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku merasa tidak layak menerima Tuan dalam rumahku. Sebab itu aku juga merasa tidak pantas datang sendiri mendapatkan Tuan. Tetapi katakanlah sepatah kata saja, maka hambaku akan sembuh. Sebab aku pun seorang....

 

GEREJA YANG SATU

Dalam rumusan Kredo yang panjang (Pengakuan iman Nikea-Konstantinopel) dikatakan bahwa salah satu sifat atau ciri Gereja adalah "Satu". Gereja yang satu artinya seiya sekata, tidak terpecah-pecah. Orang beriman berhimpun menjadi Umat Allah dan menjadi satu Tubuh. Kesatuan itu menjadi makin kokoh dengan penetapan Petrus sebagai penerima Kunci Kerajaan Surga dan pernyataan Yesus yang mengatakan bahwa Dia mendirikan jemaat-Nya di atas batu karang ini. Demikianlah Petrus diangkat menjadi pemimpin Gereja dan para Paus merupakan pengganti Petrus.

Sifat kesatuan itu makin tampak jelas ketika kita mendoakan Doa Syukur Agung. Dalam doa tersebut kita mendoakan kesatuan umat yang tersebar di seluruh dunia dalam satu kepemimpinan. Semua umat Allah yang berasal dari seluruh penjuru dunia, dari latar belakang bangsa, suku dan bahasa yang berbeda dipersatukan dalam Gereja yang satu. Rasul Paulus dalam suratnya kepada umat di Korintus memberi nasihat supaya setiap pertemuan yang diselenggarakan oleh kaum beriman hendaknya mendatangkan kebaikan bersama. Paulus menentang perselisihan dan perpecahan dan mengulangi ajaran tentang Ekaristi yakni kesatuan dalam satu tubuh.

Yesus menyembuhkan hamba perwira Romawi yang tengah sakit berawal dari iman perwira itu. Penyembuhan itu memberi tanda bahwa kehadiran Yesus tidak hanya terbatas pada orang Yahudi, tetapi juga kepada suku lain dan untuk semua orang. Yesus menginginkan supaya setiap orang yang percaya digembalakan dalam satu kawanan. Dari kita pun dituntut untuk senantiasa mengupayakan dan membangun kesatuan itu dengan ambil bagian dalam kegiatan Gereja (AP).

 

Pelita Hati: Setiap orang yang percaya digembalakan dalam satu kawanan.

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar