Sabtu, 01 September 2012

Renungan Harian: Selasa 4 September 2012

Renungan Harian: Selasa 4 September 2012

Luk 4:31-37

Sekali peristiwa Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea. Di situ Ia mengajar pada hari-hari Sabat. Orang-orang takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa. Di rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan. Ia berteriak dengan suara keras.

"Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau : Engkaulah Yang Kudus dari Allah." Tetapi Yesus menghardik dia, kata-Nya, "Diam, keluarlah daripadanya!" Maka setan menghempaskan orang itu ke tengah orang-orang banyak, lalu keluar daripadanya, dan sama sekali tidak menyakitinya. Semua orang takjub, dan berkata satu sama lain, "Alangkah hebatnya perkataan ini! Dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat, dan mereka pun keluar." Maka tersiarlah berita tentang Yesus ke mana-mana di daerah itu.

 

Setan pun takluk di hadapan Yesus

Sebagai seorang Yahudi sejati, setiap Sabat tiba Yesus selalu hadir di Bait Allah untuk berdoa. Dia juga kadang diminta untuk mengajar umat. Ketika Yesus mengajar umat di Kapernaum, setelah pengajaran-Nya selesai, tiba-tiba ada orang  yang kerasukan setan. Sambil berteriak-teriak, orang yang kerasukan setan itu berkata, "Hai Engkau, Yesus orang Nazaret .... Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah." Kemudian Yesus menghardik dia kata-Nya: "Diam, keluarlah daripadanya." Setan itu pun taat pada perintah Yesus dan keluar dari orang yang kerasukan itu, tanpa menyakiti dia.

Lewat peristiwa ini, penulis Injil Lukas, hendak mengemukakan siapa diri Yesus sesungguhnya. Setan pun mengenal dan mengakui bahwa Yesus adalah yang kudus yang berasal dari Allah. Itu berarti bahwa Yesus berkuasa atas roh-roh jahat.

Orang-orang yang mendengar pengajaran Yesus takjub atas pengajaran dan peristiwa pengusiran roh jahat itu. Bagaimana dengan kita? Berkat babtisan, kita telah dikaruniai Roh Kudus dan Roh Kudus itulah yang akan membimbing dan mengarahkan kita pada kasih Kristus. Dan yang dituntut dari kita adalah percaya kepada-Nya (BS).

 

Pelita Hati: Yesus adalah yang Kudus dari Allah.

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar