Minggu, 23 September 2012

Renungan Harian: Selasa 25 September 2012

Renungan Harian: Selasa 25 September 2012

Luk 8:19-21

Pada suatu hari datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus hendak bertemu dengan Dia. Tetapi mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak. Maka diberitahukan kepada Yesus, "Ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Dikau." Tetapi Yesus menjawab,"Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka yang mendengarkan Sabda Allah dan melaksanakannya."

Menjadi Saudara Yesus

Salah satu penyebab sehingga bangsa dan negara kita kurang berkembang ke arah yang lebih baik ialah karena sikap nepotisme yang kuat. Tidak jarang seorang pemimpin berupaya dengan berbagai cara, bahkan dengan cara yang tidak halal supaya istri, anak, dan menantunya menjadi penggantinya kelak untuk menduduki kursi kepemimpinan yang sedang dia duduki.

Yesus menentang sikap nepotisme. Ketika Yesus sedang mengajar di tengah-tengah orang banyak, seseorang datang menjumpai Yesus dan mengatakan kepada-Nya bahwa ibu dan saudara-saudara Yesus ada di luar dan ingin bertemu. Orang yang membawa pesan itu mungkin berpikir bahwa setelah mendengar pesan itu pasti Yesus akan berhenti mengajar, berhenti menyembuhkan orang sakit, dan meninggalkan orang banyak itu untuk segera menjumpai ibu dan saudara-saudara-Nya. Namun, yang terjadi justru sebaliknya; Yesus meneruskan pekerjaan-Nya dan berkata: "Ibuku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya".

Hal yang utama bagi Yesus bukan soal hubungan darah atau tidak, tetapi soal siapa yang mendengarkan firman dan melakukannya. Orangtua dan saudara-saudara Yesus tidak selalu harus orang yang berhubungan darah dengan Dia. Dengan demikian, siapa pun dapat menjadi saudara Yesus, asal mau mendengar dan melakukan perintah-Nya. Aku juga dapat disebut saudara Yesus bila aku mau mendengar firman Tuhan dan melaksanakannya dengan berbuat baik dan mengasihi sesama dan menjadi saudara bagi orang lain (AP).

 

Pelita Hati: Setiap orang yang mau mendengar dan melakukan perintah Yesus adalah saudara-Nya.

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar