Sabtu, 15 September 2012

Renungan Harian: Selasa 18 September 2012

Renungan Harian: Selasa 18 September 2012

Luk 7:11-17

Pada suatu ketika pergilah Yesus ke sebuah kota bernama Nain. Para murid serta banyak orang pergi bersama Dia. Ketika Ia mendekati pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, yaitu anak laki-laki tunggal seorang ibu yang sudah janda. Banyak orang kota itu menyertai janda tersebut. Melihat janda itu, tergeraklah hati Tuhan oleh belas kasih. Lalu Tuhan berkata kepadanya,"Jangan menangis!" Dihampiri-Nya usungan jenazah itu dan disentuh-Nya. Maka para pengusung berhenti. Tuhan berkata,"Hai Pemuda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!" Maka bangunlah pemuda itu, duduk, dan mulai berbicara. Yesus lalu menyerahkannya kepada ibunya. Semua orang itu ketakutan, dan mereka memuliakan Allah sambil berkata, "Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita," dan "Allah telah mengunjungi umat-Nya." Maka tersiarlah kabar tentang Yesus ke seluruh Yudea dan ke seluruh daerah sekitarnya.

 

KEHADIRAN YANG MENYELAMATKAN

Kita tentu dapat membayangkan bagaimana perasaan dan kasih sayang seorang janda terhadap anak tunggalnya. Seluruh perhatian dan hasil kerja janda itu pasti tercurah kepada anak tunggal tersebut dan pasti ia tidak pernah merasa rugi untuk mempertaruhkan segalanya demi si anak. Apa pun akan dilakukannya untuk kemajuan dan kebahagiaan anaknya itu. 

Injil hari ini berkisah tentang seorang janda yang kehilangan anak tunggalnya. Kehilangan anak tunggal berarti kehilangan segala-galanya dan kehilangan arti hidup. Saat janda itu mengalami duka yang sangat dalam dan kehilangan arti hidup, Yesus datang dan berkata: "Jangan menangis" dan kepada anak muda yang mati itu berkata: "Hai pemuda, Aku berkata kepadamu bangkitlah". Setelah pemuda itu bangun, Yesus menyerahkannya kepada ibunya. Kehadiran Yesus membawa perubahan total; orang yang mati dihidupkan, harapan yang sirna lahir kembali, dukacita berubah sukacita, orang yang patah hati memperoleh semangat baru, orang yang kehilangan arti hidup menemukannya kembali.

Setiap orang yang telah dibaptis dituntut untuk membawa dan mewartakan sukacita dan pengharapan bagi semua orang. Kehadiran kita di tengah-tengah masyarakat harus memberi warna tersendiri. Pewartaan itu tentu tergantung kepada panggilan dan status kita masing-masing. Bakat, talenta, kemampuan, dan semua anugerah yang kita terima dari Tuhan juga hendaknya kita pergunakan sebagai sumber pengharapan dan sukacita bagi sesama. Apakah kehadiranku di tengah-tengah keluarga, di komunitas, di tempat kerja, dan di tengah-tengah masyarakat menghadirkan sukacita dan keselamatan? (AP).

 

Pelita Hati: Kehadiran Yesus membawa perubahan total pada hidup orang beriman.

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar