Minggu, 09 September 2012

Renungan Harian: Selasa 11 September 2012

Renungan Harian: Selasa 11 September 2012

Luk 6:12-19

Sekali peristiwa Yesus mendaki sebuah bukit untuk berdoa. Semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. Keesokan harinya, ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya dan memilih dari antara mereka dua belas orang yang disebut-Nya rasul. Mereka itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus, Andreas, saudara Simon. Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas anak Yakobus dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi penghianat. Lalu Yesus turun bersama mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar. Di situ berkumpul sejumlah besar murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem, dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon. Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang kerasukan roh-roh jahat mendapat kesembuhan. Dan orang banyak itu berusaha menjamah Dia, sebab daripada-Nya keluar suatu kuasa, dan semua orang itu disembuhkan-Nya.

 

MEMILIH

Manusia selalu dihadapkan pada banyak pilihan. Mulai dari hal kecil sampai besar yang sangat penting dan menentukan dalam hidup. Dalam hal kecil, memilih dapat kita lakukan seturut selera dan keinginan kita.  Sebaliknya, kita akan kesulitan memilih bila dihadapkan pada pilihan yang penting dan menentukan. Untuk hal seperti ini kita tidak boleh memutuskan pilihan berdasarkan selera dan keinginan. Pengalaman membuktikan bahwa bila kita memilih hal penting berdasarkan selera dan keinginan pribadi, maka pilihan itu sering salah.

Dalam Injil hari ini dikisahkan bagaimana Yesus memilih para rasul-Nya. Pilihan Yesus tidak berdasar pada selera dan keinginan hati-Nya saja. Sebelum menjatuhkan pilihan itu Yesus terlebih dahulu menyepi dan berdoa untuk mencari kehendak Bapa, sehingga pilihan Yesus adalah pilihan Bapa. Apa yang diputuskan oleh Yesus berkenan di hati Bapa-Nya. Paulus dalam suratnya juga menunjukkan kepada jemaat di Korintus bagaimana cara yang tepat untuk menyelesaikan suatu masalah, yakni melalui orang-orang benar dan beriman. Tentu orang-orang benar dan beriman akan menyelesaikan masalah itu sesuai dengan kehendak Tuhan.

Fransiskus Assisi juga mengalami keraguan yang berat untuk menentukan pilihan hidupnya. Maka, dia pergi berdoa di depan Salib Tuhan dengan doa singkat: "Tuhan apa yang Engkau inginkan untuk aku perbuat". Tuhan menjawab doa Fransiskus, dan mulai saat itu Fransiskus memilih cara hidup sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Tuhan.  Dalam kehidupan kita sehari-hari, apakah kita hidup sesuai dengan keinginan Tuhan atau seturut selera dan keinginan kita sendiri saja? (AP).

 

Pelita Hati: Apabila Anda kesulitan dalam memilih sesuatu yang paling menentukan dalam hidup, berdoalah maka pilihan itu akan tepat dan benar.

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar