Rabu, 12 September 2012

Renungan Harian: Sabtu 15 September 2012

Renungan Harian: Sabtu 15 September 2012

Luk 6:43-49

Yesus menyampaikan wejangan ini kepada murid-murid-Nya, "Tidak ada pohon baik yang menghasilkan buah yang tidak baik. Dan tidak ada pula pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik. Sebab setiap pohon dikenal dari buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri orang tidak memetik buah anggur.

Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik. Tetapi orang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaan hatinya yang jahat. Sebab yang diucapkan mulut meluap dari hati. Mengapa kalian berseru kepada-Ku,'Tuhan, Tuhan!' padahal kalian tidak melakukan apa yang Kukatakan? Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan sabda-Ku serta melakukannya, Aku menyatakan dengan siapa ia dapat disamakan. Dia itu sama dengan orang yang mendirikan rumah. Ia menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena dibangun dengan kokoh.

Sebaliknya barangsiapa mendengar sabda-Ku dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa....

 

KITA DIUTUS

Pernah seorang berkata, "Untuk apa aku pergi ke Gereja, buang-buang waktu saja, di rumah juga aku dapat berdoa". Sungguh baik bila kita sering berdoa sendiri di rumah. Tetapi sejak zaman Gereja Perdana pengikut-pengikut Yesus selalu berhimpun dalam waktu-waktu yang sudah ditentukan. Mereka berkumpul untuk mendengarkan Sabda sekaligus perkumpulan itu sebagai bukti bahwa mereka semua sehati sejiwa. Dalam pertemuan itu mereka dipersatukan lebih erat lagi dalam Roti yang Satu yakni Tubuh Kristus.

Persekutuan dalam Tubuh Kristus yang Satu itu dirayakan dalam perayaan Ekaristi yang merupakan sumber dan puncak kehidupan orang beriman. Dalam perayaan itulah  kita men-charging kembali keletihan kita sehari-hari sekaligus memestakan dan mensyukurinya secara bersama. Berkumpul untuk mendengar Sabda dan Ekaristi merupakan hal yang sangat penting bagi  kehidupan setiap orang beriman. Semakin sering kita berkumpul untuk mengikuti perayaan Ekaristi maka semakin erat kesatuan kita dengan Tuhan maupun dengan sesama seiman.

Kesatuan dalam Roti yang satu itu menuntut kita untuk menampakkan buah dari Ekaristi dan kebersamaan itu di tengah-tengah masyarakat. Injil hari ini berpesan supaya kita yang datang kepada-Nya dan yang telah mendengarkan sabda-Nya harus melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Ritus penutup Ekaristi mengatakan "marilah pergi! Kita diutus" dan jawaban kita "amin". Perayaan Ekaristi mempererat dan merayakan kesatuan umat beriman dalam satu tubuh serta mengingatkan kita akan tugas perutusan kita (AP). 

 

Pelita Hati: Semakin sering kita berkumpul untuk mengikuti perayaan Ekaristi maka semakin erat kesatuan kita dengan Tuhan maupun dengan sesama seiman.

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar