Minggu, 23 September 2012

Renungan Harian: Rabu 26 September 2012

Renungan Harian: Rabu 26 September 2012

Luk 9:1-6

Sekali peristiwa Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu membe-rikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. Ia mengutus mereka untuk mewartakan Kerajaan Allah dan menyembuhkan orang-orang. Yesus berkata kepada mereka, "Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan. Jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju. Apabila kalian diterima di suatu rumah, tinggallah di situ sampai kalian berangkat dari situ. Dan kalau ada orang yang tidak mau menerima kalian keluarlah dari kota mereka, dan kebaskanlah debunya dari kakimu sebagai peringatan terhadap mereka." Lalu pergilah mereka, dan menjelajah segala desa, sambil memberitakan Injil serta menyembuhkan orang sakit di segala tempat.

 

Bergantung Kepada Tuhan

 Dewasa ini handphone merupakan suatu kebutuhan dan gaya hidup. Bila kita berada di daerah yang tidak memiliki jaringan maka kita mulai tidak tenang dan gelisah serta mencoba bertanya di mana ada jaringan. Hal ini merupakan suatu gambaran bahwa orang zaman ini bergantung dan sangat dipengaruhi oleh sarana dan fasilitas.

Dalam Injil hari ini Yesus mengingatkan para murid supaya jangan bergantung kepada fasilitas saat mereka diutus mewartakan Injil, sebab kebergantungan kepada fasilitas dapat merusak hidup murid Yesus. Yesus berkata: "Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan". Dengan itu Yesus mau mengatakan bahwa pewartaan Injil tidak boleh bergantung kepada fasilitas atau sarana. Fasilitas tidak menjamin berhasilnya suatu pewartaan. Fasilitas dan sarana hanya berupa alat pendukung saja. Hanya Tuhanlah jaminan satu-satunya. Maka, pewarta hanya boleh berserah dan bergantung kepada Tuhan sendiri.

Dalam pelayanan pastoral di paroki, stasi, dan lingkungan misalnya sering petugas pastoral bergantung kepada sarana. Misalnya mobil tipe terbaru, pengganti uang transport, uang rapat, jaringan internet, kantor, dan perangkat-perangkat yang dianggap memadai pada zaman ini. Sampai-sampai tidak jarang terjadi bahwa lebih banyak membicarakan fasilitas dan sarana daripada karya pastoral itu sendiri. Kalau hal ini terjadi, maka pewartaan dan kehidupan kita sebagai utusan Allah telah dirusak oleh sarana atau fasilitas. Semoga kita menjadi pelayan-pelayan Injil yang berhati tulus dan hanya mengandalkan Tuhan bukan sarana dan fasilitas (AP).

 

Pelita Hati: Sebagai pewarta kita hanya boleh berserah dan bergantung kepada Tuhan bukan pada fasilitas dan sarana.

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar