Minggu, 09 September 2012

Renungan Harian: Rabu 12 September 2012

Renungan Harian: Rabu 12 September 2012

Luk 6:20 -26

Pada waktu itu Yesus memandang murid-murid-Nya, lalu berkata, "Berbahagialah, hai kalian yang miskin, karena kalianlah yang empunya Kerajaan Allah. Berbahagialah, hai kalian yang kini kelaparan, karena kalian akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kalian yang kini menangis, karena kalian akan tertawa. Berbahagialah, bila demi  Anak Manusia kalian dibenci, dikucilkan, dan dicela serta ditolak. Bersukacitalah dan bergembiralah pada waktu itu karena secara itu pula nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi. Tetapi celakalah kalian, orang kaya, karena dalam kekayaanmu kalian telah memperoleh hiburan. Celakalah kalian, yang kini kenyang, karena kalian akan lapar. Celakalah kalian, yang kini tertawa, karena kalian akan berdukacita dan menangis. Celakalah kalian, jika semua orang memuji kalian ; karena secara itu pula nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu."

 

BERSEMANGAT MISKIN

Tak dapat dipungkiri bahwa banyak orang sulit mengerti arti Sabda Tuhan yang mengatakan "berbahagialah orang miskin" dan "celakalah orang kaya". Beranikah kita mengatakan, celaka kepada orang yang mendapat banyak talenta dan menggandakan talentanya dengan baik, dengan suka menderma dan hidupnya saleh? Sebaliknya, beranikah kita mengatakan berbahagia kepada orang miskin yang kerjanya hanya mencuri, mengemis, dan bermalas-malas? Tentu tidak bukan?

Rasul Paulus menasihati umat di Korintus supaya jangan mengikat diri terhadap kekayaan dunia yang sementara ini, sebab dunia ini dapat menutup mata kita terhadap perkara yang kekal adanya. Soal celaka dan berbahagia sebenarnya tidak tergantung kepada banyak tidaknya harta seseorang, tetapi ditentukan oleh sikap terhadap kekayaan dunia itu sendiri. Bila kita terikat dan diperbudak harta dunia ini dan menjadi tamak olehnya dengan menganggap kekayaan adalah segala-galanya serta menutup mata dan perhatian terhadap perkara Tuhan, tentu kita akan celaka. Sebaliknya, bila kita mempunyai harta melimpah tetapi bersemangat miskin dengan rendah hati, mau beramal, bergantung pada Tuhan, selalu mensyukuri segala yang ada sebagai karunia Tuhan, maka kita akan hidup berbahagia.

Maka, mari kita kembangkan bakat dan potensi serta kemampuan yang ada dalam diri kita untuk mencari kekayaan! Tapi ingat, apabila kekayaan itu telah kita raih tetaplah bersyukur dan bergantung kepada Tuhan dengan hidup dalam semangat kemiskinan (AP).

 

Pelita Hati: Kekayaan yang kita miliki bukanlah karena jerih payah kita sendiri melainkan berkat dan karunia dari Tuhan.

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar