Senin, 03 September 2012

Renungan Harian: Kamis 6 September 2012

Renungan Harian: Kamis 6 September 2012

Luk 5:1-11

Pada suatu ketika Yesus berdiri di pantai Danau Genesaret. Orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan sabda Allah. Yesus melihat dua buah perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahu itu sedikit jauh dari pantai. Lalu Yesus duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Selesai berbicara Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa. Tetapi atas perintah-Mu aku akan menebarkan jala juga." Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap ikan dalam jumlah besar, sehingga jala mereka mulai terkoyak. Lalu mereka....

 

Penjala Manusia

Sebagai seorang pelaut yang sudah berpengalaman, seharusnya Petrus menolak ajakan Yesus yang memintanya untuk menaburkan jala di tengah hari, karena toh tidak akan menangkap apa-apa. Petrus berkata: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga". Petrus pun mentaati dan pergi ke laut untuk menebarkan jala. Di luar dugaan Petrus, akhirnya mereka menangkap ikan dalam jumlah besar. Spontan Petrus menjadi takjub, merasa malu bahkan merasa tak layak di hadapan Yesus yang baru saja menunjukkan kuasa surgawi. Bagi Petrus, Orang yang sekarang berada di hadapannya adalah Dia yang kudus. Petrus pun tersungkur di hadapan-Nya.

Di luar dugaan Petrus, ternyata Yesus mengajak Petrus menjadi penjala manusia. Petrus dan beberapa temannya "lulus seleksi" menjadi murid-murid Yesus. Mereka beralih profesi, dari penjala ikan menjadi penjala manusia bersama dengan Yesus. Pengalaman sebagai nelayan memberikan mereka latihan kerja keras dan penuh kesabaran yang sangat perlu bagi seorang yang akan menarik banyak orang kepada Kristus. Petrus dengan langkah mantap, meninggalkan segala sesuatu dan menjadi murid Yesus.

Setiap orang Kristen adalah pengikut Yesus. Pengenalan akan pribadi Yesus, menjadi realitas mutlak bagi orang Kristen. Sejatinya menjadi pengikut Yesus berarti ikut ambil bagian dalam mewartakan Kristus, kapan dan di mana saja kita berada dan dalam kapasitas kita masing-masing. Setiap orang harus menjadi "penjala" bagi sesamanya, kapan dan di mana saja dia berada. Apakah kita mampu menebarkan jala kita dengan damai, dengan keadilan dan cinta kasih, dan menarik jala itu dengan ketulusan hati dan pengorbanan? Jala itu hanya mungkin kita tebarkan dan kita tarik kembali kalau bersatu dengan Kristus, Sang Penjala Utama (BS).

 

Pelita Hati: Setiap orang harus menjadi "penjala" bagi sesamanya, kapan dan di mana saja dia berada.

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar