Selasa, 18 September 2012

Renungan Harian: Kamis 20 September 2012

Renungan Harian: Kamis 20 September 2012

Luk 7:36-50

Pada suatu ketika seorang Farisi mengundang Yesus makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan. Di kota itu ada seorang wanita yang terkenal sebagai orang berdosa. Ketika mendengar bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa buli-buli pualam berisi minyak wangi. Sambil menangis ia berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, dan membasahi kaki-Nya dengan air matanya, dan menyekanya dengan rambutnya. Kemudian ia mencium kaki Yesus dan meminyakinya dengan minyak wangi. Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hati,"Seandainya Dia ini nabi, mestinya Ia tahu siapakah dan orang apakah wanita yang menjamah-Nya ini; mestinya ia tahu, bahwa wanita ini adalah orang yang berdosa." Lalu Yesus berkata....

 

MEMPERGUNAKAN KESEMPATAN

Injil hari ini berkisah tentang Yesus yang berhadapan dengan dua orang yang berbeda. Kedua orang itu yakni seorang Farisi bernama Simon dan seorang wanita yang dikenal sebagai orang berdosa. Orang Farisi ini mengundang Yesus makan ke rumahnya. Ia merasa diri bersih, tidak berdosa, dan tidak membutuhkan pengampunan. Undangannya hanya dangkal, yakni makan bersama tanpa memperoleh sesuatu yang penting dan sangat berharga bagi dirinya. Sebenarnya ada banyak waktu baginya untuk menunjukkan kasih dan pertobatan sebelum wanita itu masuk. Tetapi dia tidak berbuat apa-apa kecuali makan. Demikianlah orang yang mengundang Yesus, hanya sedikit mendapat pengampunan.

Berbeda dengan wanita yang tidak dikenal lagi nama aslinya, kecuali sebutan sebagai wanita pendosa. Di situ dia mendengar bahwa Yesus sedang berada di rumah Simon, maka dia masuk ke rumah sebagai tamu yang tidak diundang. Kesempatan itu dipergunakannya untuk menunjukkan kasih dan pertobatan dengan cara menangis di belakang Yesus dekat kaki-Nya, menyambut Yesus dengan membasuh kaki-Nya dengan air matanya, menyekanya dengan rambutnya, meminyaki kaki Yesus dengan minyak wangi. Demikianlah wanita itu mendapat pengampunan dan pergi dengan selamat.

Kita juga mempunyai banyak kesempatan untuk bertemu dengan Yesus, misalnya dengan membaca Kitab Suci, pertemuan lingkungan, Ibadat Sabda, perayaan Ekaristi, dan sakramen-sakramen yang lain. Apakah kita mendapat pengampunan dan pergi dengan selamat melalui perayaan itu? Mari kita pergunakan semua kesempatan itu untuk menimba pengampunan dan keselamatan. Untuk mencapai itu perlu sikap rendah hati, tobat, dan cinta kasih seperti wanita pendosa tadi (AP).

 

Pelita Hati: Pergunakanlah kesempatan yang kamu miliki untuk menunjukkan kasih dan pertobatan pada Yesus.

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar