Rabu, 12 September 2012

Renungan Harian: Jumat 14 September 2012

Renungan Harian: Jumat 14 September 2012

Yoh 3:13-17

Tidak ada seorang pun yang telah naik ke surga, selain Dia yang telah turun dari surga, yaitu Anak Manusia. Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Dalam percakapan-Nya dengan Nikodemus, Yesus berkata, "Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya.

INSPIRASI DARI SALIB TUHAN

Ketika orang Israel ke luar dari tanah Mesir, saat berjalan melintasi padang gurun, mereka berbalik melawan Allah dan Musa. Akibat dari kejahatan mereka itu datanglah ular-ular tedung dan memaguti mereka. Maka Musa membuat ular tedung tembaga pada sebuah tiang. Setiap orang yang dipagut ular dan memandang ke ular tembaga itu akan selamat. Peristiwa ini dilihat sebagai nubuat atas peristiwa Putera Manusia yang akan ditinggikan di salib. Barangsiapa percaya dan memandangnya akan diselamatkan. Menurut Injil Yohanes, peristiwa penyaliban dihubungkan dengan peninggian dan pemuliaan.

Di rumah orang Kristen lazim digantungkan sebuah salib. Biasanya salib digantungkan di tempat yang strategis. Dari segi aestetika salib itu memang indah. Maka tidak heran bila salib sering dijadikan sebagai hiasan atau dekorasi. Bahkan orang yang tidak beriman kepada Kristus pun ada yang menggunakannya sebagai aksesori. Tetapi bagi orang Kristen Salib Tuhan tidaklah sebatas hiasan, tetapi sebagai simbol iman kita akan Yesus Kristus. Kita menggantungkan salib di rumah berarti kita mengimani serta memuliakan Kristus setiap saat. Kita menempatkan salib di tempat yang strategis berarti Kristus mendapat tempat yang utama di hati kita.

Dengan memandang salib, kita akan melihat cinta Yesus yang sangat besar bagi manusia. Kematian-Nya di salib adalah demi keselamatan manusia. Salib Tuhan mengajak kita untuk mewujudkan kasih yang sama kepada sesama. Dengan demikian, Salib Tuhan merupakan inspirasi kepada kita untuk lebih mengenal cinta Yesus dan membagikannya kepada orang lain (AP).

 

Pelita Hati: Salib Tuhan merupakan inspirasi kepada kita untuk lebih mengenal cinta Yesus dan membagikannya kepada orang lain.

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar