Kamis, 16 Agustus 2012

Renungan Harian: Senin 20 Agustus 2012

Renungan Harian: Senin 20 Agustus 2012

Mat 19:16-22

Pada suatu hari ada seorang datang kepada Yesus dan berkata,"Guru, perbuatan baik apakah yang harus kulakukan untuk memperoleh hidup kekal?" Yesus menjawab, "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya satu yang baik! Jika engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah." Kata orang itu kepada Yesus,"Perintah yang mana?" Kata Yesus,"Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayah dan ibumu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Kata orang muda itu,"Semua itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?" Lalu Yesus berkata,"Jika engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu, dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan memperoleh harta di surga. Kemudian datanglah kemari dan ikutlah Aku." Ketika mendengar perkataan itu, pergilah orang muda itu dengan sedih, sebab hartanya banyak.

 

SAMPAI TETES TERAKHIR

'Akhir zaman' sungguh dekat, sehingga manusia harus mengambil sikap yang tegas. Matius menanggapi dekatnya akhir zaman itu sebagai ajakan untuk mencari jalan 'kesempurnaan'. Manusia hendaknya jangan peduli akan bunyi huruf perintah masing-masing ('apa yang harus dilakukan?'). Manusia harus menyadari perlunya hubungan pribadi dengan Kristus ('Mari, ikutlah Aku!').

Orang kaya dalam Injil hari ini mau melindungi kekayaannya. Dalam sikap ini terkandung bahaya, yang serupa dengan yang mengancam para ahli Taurat. Dengan cara apa pun juga mereka mau mempertahankan segala peraturan Hukum. Nah, sikap demikian mengandung bahaya kebutaan hati terhadap pentingnya menjalin hubungan pribadi dengan Allah dan terhadap karunia yang ditawarkan Allah kepada manusia.

Dalam hidup harian kita masing-masing banyak orang yang memang sangat melindungi hartanya. Tidak jarang mereka selalu memandang sesuatu berdasarkan nilai harta yang dimilikinya. Akibatnya, harta menjadi nomor satu dan paling utama baginya. Manakah kita, yang melindungi harta atau yang mengikut Kristus? (HN)

 

Pelita Hati: Dalam setiap gerak hidupnya, manusia harus menyadari perlunya hubungan pribadi dengan Kristus.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar