Jumat, 24 Agustus 2012

Renungan Harian: Selasa 28 Agustus 2012

Renungan Harian:  Selasa 28 Agustus 2012

Mat 23:23-26

Pada waktu itu Yesus bersabda,"Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kalian orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kalian bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kalian abaikan, yaitu keadilan, belas kasih dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan, tetapi yang lain jangan diabaikan. Hai kalian pemimpin-pemimpin buta, nyamuk kalian tepiskan dari minumanmu tetapi unta di dalamnya, kalian telan. Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kalian orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kalian bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan. Hai orang-orang Farisi buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih.

Sadar Akan Kesesatan

Yesus menyadari betapa mudahnya para murid tersesat. Ia pun mencela beberapa ahli Taurat dan kaum Farisi yang sering membawa kesesatan. Metodenya sangat brilian dengan mengidentifikasikan diri dekat dengan Tuhan. Nyatanya itu hanyalah menyembunyikan kekurangan dan kesalahan diri. Mereka tampil prima di luar, tetapi kehidupan pribadinya penuh dengan kenajisan.

Untung St. Agustinus akhirnya menyadari kesesatannya. Ia sebelumnya terperangkap oleh kesombongan intelektual, ambisi akan kesuksesan karier. Dalam waktu yang lama ia terpenjara oleh ide-ide manicheisme, suatu aliran agama di Persia pada pertengahan abad ketiga yang mengandalkan nalar. Setelah lelah dengan kebimbangan akan misteri Tuhan, St. Agustinus mengakukan, "Saya telah membaca tulisan Plato dan Cicero yang bijak dan mengagumkan pemikiran, tetapi tak seorang pun dari mereka yang menyatakan padaku "marilah datang padaku, hai kamu yang letih dan berbeban berat." St. Agustinus pun kembali dari kesesatannya untuk menapaki jejak Kristus.

Betapa gampang kita tersesat pada zaman internet dan globalisasi ini. Kadangkala kita tidak menyadari kesesatan  sehingga terlena oleh ide-ide dan cara hidup yang baru. Munculnya kesesatan sering disebabkan oleh keangkuhan kita yang bertambah seiring aktualisasi diri. Dalam proses menemukan penyataan diri ini, kita patut menyadari jalur-jalur yang mengesampingkan Tuhan. Kita hendaknya selalu bermenung untuk bereferensi pada Misteri yang agung itu (MARS).

 

Pelita Hati: Munculnya kesesatan sering disebabkan oleh keangkuhan kita yang bertambah seiring aktualisasi diri.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar