Kamis, 16 Agustus 2012

Renungan Harian: Selasa 21 Agustus 2012

Renungan Harian: Selasa 21 Agustus 2012

Mat 19:23-30

Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya,"Aku berkata kepadamu: Sungguh sukar sekali bagi orang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Surga." Mendengar itu gemparlah para murid dan berkata, "Jika demikian siapakah yang dapat diselamatkan?" Yesus memandang mereka dan berkata,"Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mugkin." Lalu Petrus berkata kepada Yesus,"Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?" Kata Yesus kepada mereka,"Aku berkata kepadamu, sungguh, pada waktu penciptaan kembali apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kalian yang telah mengikuti Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. Dan setiap orang yang demi nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudara-saudaranya, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."

 

Ganjaran Yesus

Kalau Tuhan menghukum manusia, itu demi kebenaran dan keadilan-Nya. Demi kebenaran dan keadilan pula Tuhan dapat mengganjar, memberi dengan limpah dan leluasa, karena Ia memang baik hati, dan cinta adalah sikap dasar-Nya. Jadi, tidak benar, bahwa Tuhan mencari-cari kesalahan, dan senang menghukum, sulit menghargai kebaikan manusia. Sebaliknya yang benar: Tuhan menawarkan, memanggil, tetapi banyak dari antara kita seperti si pemuda kaya itu mundur dan menolak.

 Yesus tidak mengganjar para Murid-Nya dengan memberi hidup enak, tak usah bekerja, mendapatkan "rezeki nomplok" di mana-mana. Tetapi Yesus mengganjar para murid dengan menantang kebanggaan murid: boleh ikut serta dengan Gurunya, dalam keprihatinan, penderitaan dan pengorbanan, hingga bersatu dalam derita, bersatu juga menjadi mulia.

Petrus meninggalkan segalanya dan mengikuti Kristus: ia meninggalkan segala jaminan hidup di dunia ini, menyerahkan diri utuh di bawah pimpinan Kristus. Kristus menjamin dan memimpin. Yesus bertanggung jawab bahwa murid setia akan sampai pada tujuan, dan menerima seratus kali lipat dan kehidupan kekal (HN).

 

Pelita Hati: Yesus mengganjar para murid-Nya setelah Ia menantang mereka lewat perjuangan hidup.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar