Minggu, 05 Agustus 2012

Renungan Harian: Selasa 07 Agustus 2012

Renungan Harian: Selasa 07 Agustus 2012

Mat 14:22-36

Sekali peristiwa, setelah mengenyangkan orang banyak dengan roti,

Yesus segera menyuruh murid-murid-Nya naik perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara Ia menyuruh orang banyak pulang. Dan setelah orang banyak itu disuruh pergi Yesus mendaki bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia seorang diri di situ. Perahu para murid sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang karena angin sakal. Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka  berjalan di atas air. Melihat Dia berjalan di atas air, para murid terkejut dan berseru,"Itu hantu!" Dan mereka berteriak ketakutan. Tetapi Yesus segera menyapa mereka, kata-Nya,

"Tenanglah! Akulah ini, jangan takut!" Lalu Petrus berseru, "Tuhan, jika benar Tuhan sendiri, suruhlah aku datang kepada-Mu dengan berjalan di atas air." Kata Yesus,"Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Tetapi ketika dirasakannya tiupan angin kencang, Petrus menjadi takut dan mulai tenggelam lalu berteriak, "Tuhan, tolonglah aku!" Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya memegang dia dan berkata, "Orang kurang percaya! Mengapa engkau bimbang?" Keduanya lalu naik ke perahu dan redalah angin. Dan mereka yang ada di perahu menyembah Dia, katanya, "Sungguh, Engkau Anak Allah." Setibanya di seberang mereka mendarat di Genesaret. Begitu Yesus dikenal orang-orang setempat, mereka memberitahukannya ke seluruh daerah. Maka semua orang sakit dibawa kepada-Nya. Mereka memohon, supaya diperkenankan menjamah jumbai jubah-Nya. Dan semua orang yang menjamah dia menjadi sembuh.

 

LANGKAH-LANGKAH PERTAMA MENUJU IMAN

Rakyat yang hendak menjadikan-Nya semacam dewa-pujaannya, disuruh Yesus pergi. Memang, panggilan-Nya bukan menjadi pujaan rakyat. Kepastian tentang tepatnya keputusan-Nya diperoleh Yesus melalui doa. Ia lebih baik mencurahkan seluruh perhatian-Nya pada pembinaan murid-murid-Nya, khususnya rasul Petrus.

Dilihat dari sudut ini, perjalanan Yesus di atas air danau merupakan semacam pernyataan kekuatan yang ada di dalam diri-Nya untuk dapat mengalahkan kejahatan. Lebih-lebih bila perjalanan di atas air itu dihubungkan dengan seluruh tradisi alkitabiah terdahulu.

Namun, dalam cerita ini masih ada satu hal lain lagi, yang menarik perhatian: Petrus pun dipanggil untuk berjalan-jalan di atas air. Kemenangan atas air (atau: atas kejahatan) tidak tergantung dari kuasa magis, melainkan dari kesetiaan. Tepatnya dari penyerahan total kepada diri Kristus (HN).

 

Pelita Hati: Mari lebih setia kepada Yesus lewat perbuatan-perbuatan iman yang nyata.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar