Kamis, 16 Agustus 2012

Renungan Harian: Sabtu 18 Agustus 2012

Renungan Harian: Sabtu 18 Agustus 2012

Mat 19 :13-15

Sekali peristiwa orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka.

Tetapi murid-murid Yesus memarahi orang-orang itu. Maka  Yesus berkata, "Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku. Sebab orang-orang seperti merekalah yang empunya Kerajaan Surga." Lalu Yesus meletakkan tangan-Nya atas mereka dan kemudian Ia berangkat dari situ.

 

KHARISMA SELIBAT

Panggilan Tuhan, yang diberikan dalam Gereja Katolik, untuk menjadi imam, bruder, suster, itu tidak dapat seluruhnya dijelaskan dengan pengetahuan, kalau di pihak lain tidak ada iman, yang menerangi dari dalam. Panggilan itu soal pilihan Tuhan, ditujukan kepada mereka yang Ia pilih dan Ia kehendaki.

Prakarsa - seperti dalam panggilan para rasul - datang dari Tuhan, dan orang beriman harus menjawab: ia dapat mengikuti Yesus, seperti Petrus, Matius, Yohanes, Yakobus; ia juga dapat menolak seperti si pemuda kaya. Orang tidak dapat memilih dan mengajukan diri sendiri.

Orang yang "dikaruniai" untuk dapat mengerti arti selibat, "tidak kawin demi kerajaan Allah", dan sedia menanggapinya secara positif, itu telah mendapatkan kharisma "anugerah" pengertian dan tekat untuk berani dan dapat melaksanakannya. Paksaan tidak akan menghasilkan apa-apa, sebab bertentangan dengan "pilihan bebas", yang harus mendasari keperawanan demi Kerajaan Allah (HN)

 

Pelita Hati: Panggilan Tuhan adalah undangan yang harus diisi dengan membaktikan diri.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar